Dari Abu Laila al-Ghifari dari Nabi Saw yang bersabda, “Sepeninggalku akan ada fitnah. Jika itu terjadi, maka berpeganglah kepada Ali, karena dialah al-Faruq antara kebenaran dan kebatilan"

Asbabun Nuzul: Surah Al-A`raf: 172 - Kesaksian Anak Cucu Adam

 



“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): ‘Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawab: Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.’ (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari Kiamat kamu tidak mengatakan: ‘Sesungguhnya kami (bani Adam) telah lengah terhadap hal ini.”

Wilayah Ahlul Bait as. adalah termasuk kesaksian yang dinyatakan oleh Allah di dalam ayat ini.

Silakan rujuk :

1.  Al-Iklil, oleh As-Suyuthi, hal. 89, cet. Mesir. “Dialah yang menu-runkan Al-Qur’an kepadamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamat, itulah Ummul Kitab dan yang lain (ayat-ayat) mutasyabihat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti ayat-ayat yang mutasyabihat dengan tujuan mengikuti fitnah dan untuk mencari-cari ta’wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya kecuali Allah dan orang-orang yang mendalam ilmunya. Mereka (yang mendalam ilmunya) berkata: ‘Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami’. Dan tidak dapat mengambil pelajaran daripadanya kecuali orang-orang yang berakal”.

2.  Kepercayaan Islam, Muhammad bin Ya'qub meriwayatkan dengan sanad yang sahih, dari Imam Ja'far Shadiq as., ia berkata, ia berkata: "Kami adalah orang-orang yang diwajibkan oleh Allah untuk ditaati, dan kami adalah orang-orang yang mendalam ilmunya (ar-ra-sikhu-na fil 'ilm) dan kami pun juga orang-orang yang dihasudi…". Silakan rujuk Tafsir Ali bin Ibrahim Al-Qummi, juz 1, halamn 96.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar