Dari Abu Laila al-Ghifari dari Nabi Saw yang bersabda, “Sepeninggalku akan ada fitnah. Jika itu terjadi, maka berpeganglah kepada Ali, karena dialah al-Faruq antara kebenaran dan kebatilan"

Asbabun Nuzul: Surah Muhammad: 30 - Kebencian Munafikin Terhadap Ali bin Abi Thalib as

 


"Dan kalau Kami menghendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu sehingga kamu benar-benar dapat mengetahui mereka dengan tanda-tanda (yang ada pada) mereka. Dan kamu akan benar-benar mengenal mereka dari cara bicara mereka, dan Allah mengetahui perbuatan-perbuatan kalian."

Ayat ini berkaitan dengan munafikin yang membenci Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Ibnu Mas'ud berkata: "Kami tidak mengenal orang-orang munafik pada zaman Rasulullah SAW kecuali melalui kebencian mereka terhadap Ali bin Abi Thalib."

Riwayat ini dan hadis-hadis lain yang semakna dengannya dapat Anda baca di dalam:

1.  Ad-Durrul Mantsur, karya As-Suyuthi juz 7, hal. 504.

2.  Al-Manaqib, karya Al-Maghazili Asy-Syafi'i, hal. 315.

3.  Kanzul 'Ummal, bab Fadha`il Ali bin Abi Thalib, juz 6, hal. 294.

4. Al-Mustadrak, karya Al-Hakim, juz 3, hal. 129. Ia meriwayatkan dari Abu Dzar ra. bahwa ia berkata: "Kami tidak mengenal orang-orang munafik kecuali melalui kedustaan mereka atas nama Allah dan Rasul-nya, keingkaran mereka terhadap shalawat, dan kebencian mereka terhadap Ali bin Abi Thalib ra." Al-Hakim berkata: “Hadis ini shahih menurut persyaratan Bukhari dan Muslim, tetapi keduanya tidak meriwayatkannya”.

5.  Ash-Shawa'iqul Muhriqah, karya Ibnu Hajar, hal. 177.

6.  Dala`ilus Shidq, karya Al-Muzhaffar, juz 2, hal. 155.


Hadis Tentang Pintu Ilmu dan Hikmah:

Rasulullah SAW bersabda: "Aku adalah kota ilmu dan Ali pintuya, maka siapa yang menghendaki ilmu, hendaknya ia mendatanginya dari pintunya." Hadis ini terdapat di dalam:

1.   Tarjamah Al-Imam Ali bin Abi Thalib, dalam Tarikh Damsyiq, karya Ibnu Asakir Asy-Syafi'i, juz 2, hal. 464, hadis ke: 984, 985, 986, 987, 988, 989, 990, 991, 992, 993, 994, 995, 996 dan 997.

2.   Syawahidut Tanzil, karya Al-Hakim Al-Haskani Al-Hanafi, juz 1, hal. 334, hadis ke 459.

3.   Al-Mustadrak, karya Al-Hakim, juz 3, hal. 16 dan 127; ia mengatakan hadis ini shahih.

4.   Usdul Ghabah, juz 4, hal. 22.

5.   Manaqib Ali bin Abi Thalib, karya Ibnu Al-Maghazili Asy-Syafi'i, hal. 80, hadis ke: 120, 121, 122, 123, 124, 125 dan 126.

6.   Kifayatut Thalib, karya Al-Kanji Asy-Syafi'i, hal. 187, cet. Al-Haidariyah; hal. 79, cet. Al-Ghira.

7.   Al-Manaqib, karya Al-Khawarizmi Al-Hanafi, hal. 40.

8.   Nizham Duraris Simthain, karya Az-Zarnadi Al-Hanafi, hal. 113.

9.   Yanabi'ul Mawaddah, karya Al-Qundusi Al-Hanafi, hal. 65, 72, 179, 182, 210, 234, 254, 282, 407, dan 40, cet. Islambul; hal. 211, 217, 248, 278, 303, dan 338, cet. Al-Haidariyah.

10. Tarikhul Khulafa-`, karya As-Suyuthi, hal. 170.

11. Is’afur Raghibin (catatan piggir) Nurul Abshar, hal. 140, cet. Al-'Utsmaniyah; hal. 154, cet. As-Sa'idiyah; hal. 174, cetakan yang lain.

12. Tadzkiratul Khawwash, karya As-Sibth bin Al-Jauzi Al-Hanafi, hal. 47 dan 48.

13. Maqtalul Husein as., karya Al-Khawarizmi Al-Hanafi, juz 1, hal. 43.

14. Fathul Mulk Al-'Ali, karya Al-Maghribi, hal. 222, 23, 24, 28, 29, 40, 41, 42, 43, 44, 54, 5, dan 57, cet. Al-Haidariyah; hal. 3, 4, 5, 14, 15, dan 16, cet. Al-Islamiyah, Al-Azhar. Ia mensahihkan hadis tentang "Pintu ilmu adalah Ali".

15. Faydhul Qadir, karya Asy-Syaukani, juz 3, hal. 46.

16. Al-Isti’ab (catatan pinggir) Al-Ishabah, juz 3, hal. 38.

17. Mizanul I'tidal, karya Adz-Dzahabi, juz 1, hal. 415; juz 2, hal. 251; juz 3, hal. 182.

18. Syarah Nahjul Balaghah, karya Ibnu Abil Hadid, juz 7, hal. 219, cet. Mesir, dengan Tahqiq Muhammad Abul Fadhl; juz 2, hal. 236, cet. Beirut.

19. Dzakha`irul ‘Uqba, hal. 77.

20. Jami'ul Ushul, juz 9, hal. 473, hadis ke 6789.

21. Fadha`ilul Khamsah, juz 2, hal. 250.

22. Al-Ghadir, karya Al-Amini, juz 6, hal. 61-81.

23. Kanzul 'Ummal, juz 15, hal. 129, hadis ke 378, cet. kedua.

24. Al-Fathul Kabir, karya An-Nabhani, juz 1, hal. 276.

25. Al-Jami'us Shaghir, karya As-Suyuthi, juz 1, hal. 93, cet. Al-Maimaniyah; juz 1, hal. 364, hadis ke 2705, cet. Mushthfa Muhammad.

26. Muntakhab Kanzu 'Ummal (catatan pinggir) Musnad Ahmad, juz 5 hal. 30.

27. Ar-Riyadhun Nadhirah, juz 1, hal. 255, cet. Kedua.

28. Fara`idus Simthain, juz 1, hal. 98.

29. Dan kitab-kitab yang lain bahkan berpuluh-puluh kitab yang secara khusus disusun untuk hadis ini, antara lain Abaqatul Anwar, juz 5, cet. Al-Hindi. Kitab ini disusun khusus untuk hadis ini. Fathul Mulk Al-'Ali, karya Al-Maghribi, dengan menshahihkan hadis tentang "Pintu ilmu adalah Ali", cet. Mesir dan Najaf, dan kitab-kitab lainnya.

Rasulullah SAW bersabda: "Aku adalah rumah hikmah dan Ali adalah pintunya." Hadis ini terdapat di dalam:

1.   Shahih Tirmidzi, juz 5, hal. 301, hadis ke-3807.

2.   Hilyatul Awliya`, juz 1, hal. 63.

3.   Manaqib Ali bin Abi Thalib, karya Al-Maghazali Asy-Syafi'i, hal. 87, hadis ke-129.

4.   Fathul Mulk Al-'Ali, karya Al-Maghribi, hal. 22 dan 23, cet. Mesir; hal.: 45, 53, dan 55, cet. Al-Haidariyah.

5.   Is’afur Raghibin(catatan pinggir) Nurul Abshar, hal. 140, cet. Al-'Utsmaniyah; hal. 154, cet. As-Sa'idiyah.

6.   Dzakha`irul ‘Uqba, hal. 77.

7.   Ash-Shawa'iqul Muhriqah, karya Ibnu Hajar, hal. 120, cet. Al-Muhammadiyah; hal. 73, cet. Al-Maimaniyah.

8.  Yanabi'ul Mawaddah, karya Al-Qundusi Al-Hanafi, hal. 71 dan 183, cet. Istambul; hal. 81 dan 211, cet. Al-Haidariyah.

9.   Tarjamah Al-Imam Ali bin Abi Thalib, dalam Tarikh Damsyiq, karya Ibnu Asakir, juz 2, hal. 459, hadis ke-983.

10. Fadha`ilul Khamsah, juz 2, hal. 248.

11. Kunuzul Haqa`iq, karya Al-Manawi, hal. 46, cet. Bulaq; hal. 37, cet. yang lain.

12. Mashabihus Sunnah, karya Al-Baghawi, juz 2, hal. 275.

13. Ar-Riyadhun Nadhirah, juz 2, hal. 364, hadis ke-255, cet. Al-Maimaniyah; juz 1, hal. 364, hadis ke-2704, cet. Musthafa Muhammad.

14. Muntakhab Kanzul 'Ummal (catatan pinggir) Musnad Ahmad, juz 5, hal. 30.

15. Al-Fathul Kabir, karya An-Nabhani, juz 1, hal. 272.

16. Fara`idus Simthain, juz 1, hal. 99.

Rasulullah SAW bersabda: "Aku adalah kota hikmah dan Ali adalah pintunya." Hadis ini dapat Anda baca di dalam:

1.  Manaqib Ali bin Abi Thalib, karya Al-Maghazili Asy-Syafi'i, hal. 86, hadis ke-128.

2.  Fathul Mulk, karya Al-Maghribi, hal. 26, cet. Mesir; hal. 59, 42, dan 43, cet. Al-Haidariyah.

Rasulullah SAW bersabda: "Ali adalah pintu ilmuku, dan penjelas risalahku terhadap ummatku sesudahku; Mencintai Ali adalah iman dan membencinya kemunafikan...". Hadis ini terdapat di dalam:

1.  Fathul Mulk Al-'Ali, karya Al-Maghribi, hal. 18, cet. Al-Azhar; hal. 47, cet. Al-Haidariyah.

2.  Al-Ghadir, karya Al-Amini, juz 3, hal. 96.

3.  Kanzul 'Ummal, juz 6, hal. 156. Hadis ini diriwayatkan karya Ad-Dailami dari Abu Dzar.

Rasulullah SAW bersabda kepada Ali: "Kamu adalah penjelas terhadap ummatku apa yang mereka perselisihkan sesudahku”.

Silahkan rujuk:

1.  Al-Mustadrak, karya Al-Hakim, juz 3, hal. 122; hadis ini diriwayatkan dari Anas bin Malik. Ia mengatakan bahwa hadis ini adalah shahih menurut persyaratan Bukhari dan Muslim tetapi keduanya tidak meriwayatkannya.

2.  Kanzul 'Ummal, juz 6, hal. 156. Ia meriwayatkan dari Ad-Dailami dari Anas bin Malik.

3. Tarjamah Al-Imam Ali bin Abi Thalib, dalam Tarikh Damsyiq, karya Ibnu Asakir Asy-Syafi'i juz 2, halman 488, hadis ke-1008 dan 1009.

4.  Maqtal Al-Husein as., karya Al-Khawarizmi Al-Hanafi, juz 1, hal. 86.

5.  Al-Manaqib, karya Al-Khawarizmi, hal. 236.

6.  Kunuzul Haqa`iq, karya Al-Manawi, hal. 203, cet. Bulaq.

7.  Yanabi'ul Mawaddah, karya Al-Qundusi Al-Hanafi, hal. 182, cet. Istambul.

8.  Muntakhab Kanzul 'Ummal (catatan pinggir) Musnad Ahmad, juz 5, hal. 33.

Hadis ini menjelaskan makna firman Allah SWT yang berbunyi: "Dan Kami tidak menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al Quran) ini melainkan agar kamu menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman." (An-Nahl: 64).


Hadis Tentang Manusia Terbaik

Rasulullah SAW bersabda: "Ali adalah sebaik-baik manusia. Karena itu, barang siapa yang menolaknya, ia adalah kafir."

Hadis ini terdapat di dalam:

1.  Kifayatut Thalib, karya Al-Kanji Asy-Syafi'i, hal. 245, cet. Al-Haidariyah; hal. 119, cet. Al-Ghira.

2.  Tarjamah Al-Imam Ali bin Abi Thalib, dalam Tarikh Damsyiq, karya Ibnu Asakir Asy-Syafi'i, juz 2, hal. 444, hadis ke: 955, 956, 957, dan 958.

3.  Yanabi'ul Mawaddah, karya Al-Qundusi Al-Hanafi, hal. 246, cet. Istambul; hal. 293, cet. Al-Haidariyah.

4.  Muntakhab Kanzul 'Ummal (catatan pinggir) Musnad Ahmad, juz 5, hal. 35.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar