"Dan kalau Kami menghendaki, niscaya Kami tunjukkan mereka kepadamu sehingga kamu benar-benar dapat mengetahui mereka dengan tanda-tanda (yang ada pada) mereka. Dan kamu akan benar-benar mengenal mereka dari cara bicara mereka, dan Allah mengetahui perbuatan-perbuatan kalian."
Ayat ini berkaitan dengan
munafikin yang membenci Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib
as. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Ibnu Mas'ud berkata: "Kami tidak
mengenal orang-orang munafik pada zaman Rasulullah SAW kecuali melalui
kebencian mereka terhadap Ali bin Abi Thalib."
Riwayat ini dan
hadis-hadis lain yang semakna dengannya dapat Anda baca di dalam:
1. Ad-Durrul
Mantsur, karya As-Suyuthi juz 7, hal. 504.
2. Al-Manaqib,
karya Al-Maghazili Asy-Syafi'i, hal. 315.
3. Kanzul
'Ummal, bab Fadha`il Ali bin Abi Thalib, juz 6, hal. 294.
4. Al-Mustadrak, karya Al-Hakim, juz 3, hal. 129. Ia
meriwayatkan dari Abu Dzar ra. bahwa
ia berkata: "Kami tidak mengenal orang-orang munafik kecuali
melalui kedustaan mereka atas nama Allah dan Rasul-nya,
keingkaran mereka terhadap shalawat, dan kebencian mereka terhadap Ali bin Abi Thalib ra."
Al-Hakim berkata: “Hadis ini shahih menurut persyaratan Bukhari dan
Muslim, tetapi keduanya tidak meriwayatkannya”.
5. Ash-Shawa'iqul
Muhriqah, karya Ibnu Hajar, hal. 177.
6. Dala`ilus
Shidq, karya Al-Muzhaffar, juz 2, hal. 155.
Hadis Tentang Pintu Ilmu dan Hikmah:
Rasulullah SAW bersabda: "Aku adalah kota ilmu
dan Ali pintuya, maka siapa yang menghendaki ilmu, hendaknya ia mendatanginya
dari pintunya." Hadis ini terdapat di dalam:
1. Tarjamah
Al-Imam Ali bin Abi Thalib, dalam Tarikh Damsyiq, karya Ibnu Asakir
Asy-Syafi'i, juz 2, hal. 464, hadis ke: 984, 985, 986, 987, 988, 989, 990, 991,
992, 993, 994, 995, 996 dan 997.
2. Syawahidut
Tanzil, karya Al-Hakim Al-Haskani Al-Hanafi, juz 1, hal. 334, hadis ke 459.
3. Al-Mustadrak,
karya Al-Hakim, juz 3, hal. 16 dan 127; ia mengatakan hadis ini shahih.
4. Usdul
Ghabah, juz 4, hal. 22.
5. Manaqib
Ali bin Abi Thalib, karya Ibnu Al-Maghazili Asy-Syafi'i, hal. 80, hadis ke:
120, 121, 122, 123, 124, 125 dan 126.
6. Kifayatut
Thalib, karya Al-Kanji Asy-Syafi'i, hal. 187, cet. Al-Haidariyah; hal. 79, cet.
Al-Ghira.
7. Al-Manaqib,
karya Al-Khawarizmi Al-Hanafi, hal. 40.
8. Nizham
Duraris Simthain, karya Az-Zarnadi Al-Hanafi, hal. 113.
9. Yanabi'ul
Mawaddah, karya Al-Qundusi Al-Hanafi, hal. 65, 72, 179, 182, 210, 234, 254,
282, 407, dan 40, cet. Islambul; hal. 211, 217, 248, 278, 303, dan 338, cet.
Al-Haidariyah.
10. Tarikhul
Khulafa-`, karya As-Suyuthi, hal. 170.
11. Is’afur
Raghibin (catatan piggir) Nurul Abshar, hal. 140, cet. Al-'Utsmaniyah; hal.
154, cet. As-Sa'idiyah; hal. 174, cetakan yang lain.
12. Tadzkiratul
Khawwash, karya As-Sibth bin Al-Jauzi Al-Hanafi, hal. 47 dan 48.
13. Maqtalul Husein as., karya Al-Khawarizmi
Al-Hanafi, juz 1, hal. 43.
14. Fathul
Mulk Al-'Ali, karya Al-Maghribi, hal. 222, 23, 24, 28, 29, 40, 41, 42, 43, 44,
54, 5, dan 57, cet. Al-Haidariyah; hal. 3, 4, 5, 14, 15, dan 16, cet.
Al-Islamiyah, Al-Azhar. Ia mensahihkan hadis tentang "Pintu ilmu adalah
Ali".
15. Faydhul
Qadir, karya Asy-Syaukani, juz 3, hal. 46.
16. Al-Isti’ab
(catatan pinggir) Al-Ishabah, juz 3, hal. 38.
17. Mizanul I'tidal,
karya Adz-Dzahabi, juz 1, hal. 415; juz 2, hal. 251; juz 3, hal. 182.
18. Syarah
Nahjul Balaghah, karya Ibnu Abil Hadid, juz 7, hal. 219, cet. Mesir, dengan
Tahqiq Muhammad Abul Fadhl; juz 2, hal. 236, cet. Beirut.
19. Dzakha`irul
‘Uqba, hal. 77.
20. Jami'ul
Ushul, juz 9, hal. 473, hadis ke 6789.
21. Fadha`ilul
Khamsah, juz 2, hal. 250.
22. Al-Ghadir,
karya Al-Amini, juz 6, hal. 61-81.
23. Kanzul
'Ummal, juz 15, hal. 129, hadis ke 378, cet. kedua.
24. Al-Fathul
Kabir, karya An-Nabhani, juz 1, hal. 276.
25. Al-Jami'us
Shaghir, karya As-Suyuthi, juz 1, hal. 93, cet. Al-Maimaniyah; juz 1, hal. 364,
hadis ke 2705, cet. Mushthfa Muhammad.
26. Muntakhab
Kanzu 'Ummal (catatan pinggir) Musnad Ahmad, juz 5 hal. 30.
27. Ar-Riyadhun
Nadhirah, juz 1, hal. 255, cet. Kedua.
28. Fara`idus
Simthain, juz 1, hal. 98.
29. Dan
kitab-kitab yang lain bahkan berpuluh-puluh kitab yang secara khusus disusun
untuk hadis ini, antara lain Abaqatul Anwar, juz 5, cet. Al-Hindi. Kitab ini
disusun khusus untuk hadis ini. Fathul Mulk Al-'Ali, karya Al-Maghribi, dengan
menshahihkan hadis tentang "Pintu ilmu adalah Ali", cet. Mesir dan
Najaf, dan kitab-kitab lainnya.
Rasulullah SAW bersabda: "Aku adalah rumah
hikmah dan Ali adalah pintunya." Hadis ini terdapat di dalam:
1. Shahih
Tirmidzi, juz 5, hal. 301, hadis ke-3807.
2. Hilyatul
Awliya`, juz 1, hal. 63.
3. Manaqib
Ali bin Abi Thalib, karya Al-Maghazali Asy-Syafi'i, hal. 87, hadis ke-129.
4. Fathul
Mulk Al-'Ali, karya Al-Maghribi, hal. 22 dan 23, cet. Mesir; hal.: 45, 53, dan
55, cet. Al-Haidariyah.
5. Is’afur
Raghibin(catatan pinggir) Nurul Abshar, hal. 140, cet. Al-'Utsmaniyah; hal.
154, cet. As-Sa'idiyah.
6. Dzakha`irul
‘Uqba, hal. 77.
7. Ash-Shawa'iqul
Muhriqah, karya Ibnu Hajar, hal. 120, cet. Al-Muhammadiyah; hal. 73, cet.
Al-Maimaniyah.
8. Yanabi'ul
Mawaddah, karya Al-Qundusi Al-Hanafi, hal. 71 dan 183, cet. Istambul; hal. 81
dan 211, cet. Al-Haidariyah.
9. Tarjamah
Al-Imam Ali bin Abi Thalib, dalam Tarikh Damsyiq, karya Ibnu Asakir, juz 2,
hal. 459, hadis ke-983.
10. Fadha`ilul Khamsah, juz 2, hal. 248.
11. Kunuzul Haqa`iq, karya Al-Manawi, hal. 46, cet.
Bulaq; hal. 37, cet. yang lain.
12. Mashabihus Sunnah, karya Al-Baghawi, juz 2,
hal. 275.
13. Ar-Riyadhun Nadhirah, juz 2, hal. 364, hadis
ke-255, cet. Al-Maimaniyah; juz 1, hal. 364, hadis ke-2704, cet. Musthafa
Muhammad.
14. Muntakhab Kanzul 'Ummal (catatan pinggir)
Musnad Ahmad, juz 5, hal. 30.
15. Al-Fathul Kabir, karya An-Nabhani, juz 1, hal.
272.
16. Fara`idus Simthain, juz 1, hal. 99.
Rasulullah SAW bersabda: "Aku adalah kota
hikmah dan Ali adalah pintunya." Hadis ini dapat Anda baca di dalam:
1. Manaqib
Ali bin Abi Thalib, karya Al-Maghazili Asy-Syafi'i, hal. 86, hadis ke-128.
2. Fathul
Mulk, karya Al-Maghribi, hal. 26, cet. Mesir; hal. 59, 42, dan 43, cet. Al-Haidariyah.
Rasulullah SAW bersabda: "Ali adalah pintu
ilmuku, dan penjelas risalahku terhadap ummatku sesudahku; Mencintai Ali adalah
iman dan membencinya kemunafikan...". Hadis ini terdapat di dalam:
1. Fathul
Mulk Al-'Ali, karya Al-Maghribi, hal. 18, cet. Al-Azhar; hal. 47, cet.
Al-Haidariyah.
2. Al-Ghadir,
karya Al-Amini, juz 3, hal. 96.
3. Kanzul
'Ummal, juz 6, hal. 156. Hadis ini diriwayatkan karya Ad-Dailami dari Abu Dzar.
Rasulullah SAW bersabda kepada Ali: "Kamu
adalah penjelas terhadap ummatku apa yang mereka perselisihkan sesudahku”.
Silahkan rujuk:
1. Al-Mustadrak,
karya Al-Hakim, juz 3, hal. 122; hadis ini diriwayatkan dari Anas bin Malik. Ia
mengatakan bahwa hadis ini adalah shahih menurut persyaratan Bukhari dan Muslim
tetapi keduanya tidak meriwayatkannya.
2. Kanzul
'Ummal, juz 6, hal. 156. Ia meriwayatkan dari Ad-Dailami dari Anas bin Malik.
3. Tarjamah
Al-Imam Ali bin Abi Thalib, dalam Tarikh Damsyiq, karya Ibnu Asakir Asy-Syafi'i
juz 2, halman 488, hadis ke-1008 dan 1009.
4. Maqtal Al-Husein as., karya Al-Khawarizmi
Al-Hanafi, juz 1, hal. 86.
5. Al-Manaqib,
karya Al-Khawarizmi, hal. 236.
6. Kunuzul Haqa`iq,
karya Al-Manawi, hal. 203, cet. Bulaq.
7. Yanabi'ul
Mawaddah, karya Al-Qundusi Al-Hanafi, hal. 182, cet. Istambul.
8. Muntakhab
Kanzul 'Ummal (catatan pinggir) Musnad Ahmad, juz 5, hal. 33.
Hadis ini menjelaskan makna firman Allah SWT yang
berbunyi: "Dan Kami tidak menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al Quran) ini
melainkan agar kamu menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu
dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman." (An-Nahl: 64).
Hadis Tentang Manusia Terbaik
Rasulullah SAW bersabda: "Ali adalah
sebaik-baik manusia. Karena itu, barang siapa yang menolaknya, ia adalah
kafir."
Hadis ini terdapat di dalam:
1. Kifayatut
Thalib, karya Al-Kanji Asy-Syafi'i, hal. 245, cet. Al-Haidariyah; hal. 119,
cet. Al-Ghira.
2. Tarjamah
Al-Imam Ali bin Abi Thalib, dalam Tarikh Damsyiq, karya Ibnu Asakir
Asy-Syafi'i, juz 2, hal. 444, hadis ke: 955, 956, 957, dan 958.
3. Yanabi'ul
Mawaddah, karya Al-Qundusi Al-Hanafi, hal. 246, cet. Istambul; hal. 293, cet.
Al-Haidariyah.
4. Muntakhab Kanzul 'Ummal (catatan pinggir) Musnad
Ahmad, juz 5, hal. 35.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar