Dari Abu Laila al-Ghifari dari Nabi Saw yang bersabda, “Sepeninggalku akan ada fitnah. Jika itu terjadi, maka berpeganglah kepada Ali, karena dialah al-Faruq antara kebenaran dan kebatilan"

Asbabun Nuzul: Surah Ar-Ra’d: 7 - Mundzir dan Pemandu Kepada Kebenaran

 



“Sesungguhnya engkau hanyalah seorang pemberi peringatan (mundzir), dan setiap kaum (pasti memiliki) seorang pemberi petunjuk”

Yang dimaksud dengan “penunjuk jalan” dalam ayat di atas adalah Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as.

Ibnu abbas meriwayatkan bahwa ketika ayat ini turun Rasulullah SAW meletakkan tangan di atas dadanya sambil bersabda: “Aku adalah mundzir”. Dan ketika membaca: “Wa li kulli qaumin had”, beliau menunjuk ke arah Imam Ali as seraya bersabda: “Wahai Ali, kamu adalah pemberi petunjuk itu, dan orang-orang yang menda-patkan petunjuk setelah aku (wafat), mereka mendapatkannya melalui (petunjukmu)”.

Hadis ini dan hadis-hadis lain yang semakna dengannya dapat dilihat di dalam buku-buku referensi berikut:

1.   Tafsir Ath-Thabari, juz 13, hal. 72 dan 108.

2.   Tafsir An-Naisaburi (catatan pinggir) Tafsir Jami’ul Bayan, juz 13, hal. 78.

3.   Tafsir Fathul Qadir, karya Asy-Syaukani, tentang ayat ini.

4.   Tafsir Fakhrur Razi, juz 5, hal. 271, cetakan Dar At-Thaba’ah Al-‘Amirah, Mesir; juz 3, hal. 14, cetakan yang lain.

5.   Tafsir Ibnu Katsir, juz 2, hal. 502.

6.   Ad-Durrul Mantsur, karya As-Suyuthi, juz 4, hal. 45.

7.   Syawahidut Tanzil, karya Al-Hakim Al-Haskani, tentang ayat ini.

8.   Manaqib Ibnu Syahra-asyub, juz 2, hal. 280.

9.   Nurul Abshar, Asy-Syablanji hal. 71, cetakan Al-‘Utsmaniyah; hal. 71, cetakan As-Sa’idiyah, Mesir.

10. Tarjamah Al-Imam Ali bin abu Thalib dalam Tarikh Dimasyq, karya oleh Ibnu Asakir Asy-Syafi’i, juz 2, hal. 415, hadis ke: 913, 914, 915, 916.

11. Mustadrak Al-Hakim, juz 3, hal. 129-130.

12. Yanabi’ul Mawaddah, karya Al-Qundusi Al-Hanafi, hal. 115-121, cetakan Al-Haidariyah: hal. 99 dan 104, cetakan Islambul.

13. Ruhul Ma’ani, karya Al-Alusi, juz 13, hal. 97.

14. Zadul Mashir, Ibnu Jauzi Al-Hanbali, juz 4, hal. 307.

15. Fathul Bayan, karya Shiddiq Hasan Khan, juz 5, hal. 75.

16. Ihqaqul Haqq, karya At-Tustari, juz 3, hal. 77-93.

17. Fadha`ilul Khamsah minas Shihahis Sittah, juz 1, hal. 266.

18. Fara`idus Simthain, juz 1, hal. 148.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar