- Home
- Ahlul Bait
- 14 Manusia yang Disucikan
- Rasulullah Muhammad Saw
- Imam Ali bin Abi Thalib
- Fatimah az-Zahra binti Rasulullah
- Imam Hasan bin Ali al-Mujtaba
- Imam Husain bin Ali as-Syahid
- Imam Ali bin Husain as-Sajjad
- Imam Muhammad bin Ali al-Baqir
- Imam Jafar bin Muhammad asShadiq
- Imam Musa bin Ja'far al-Kadzim
- Imam Ali bin Musa ar-Ridha
- Imam Muhammad bin Ali al-Jawad
- Imam Ali bin Muhammad an-Naqi
- Imam Hasan bin Ali al-Askary
- Imam Muhammad bin Hasan al-Mahdi
- 12 Imam Suci Ahlul Bait
- Imam Ali bin Abi Thalib
- Imam Hasan bin Ali al-Mujtaba
- Imam Husain bin Ali as-Syahid
- Imam Ali bin Husain as-Sajjad
- Imam Muhammad bin Ali al-Baqir
- Imam Jafar bin Muhammad asShadiq
- Imam Musa bin Ja'far al-Kadzim
- Imam Ali bin Musa ar-Ridha
- Imam Muhammad bin Ali al-Jawad
- Imam Ali bin Muhammad an-Naqi
- Imam Hasan bin Ali al-Askary
- Imam Muhammad bin Hasan al-Mahdi
- Imamah dan Ahlul Bait
- Perayaan Ahlul Bait
- Sahabat Ahlul Bait
- Sejarah Syiah
- Syiah Menurut Syiah
- Tokoh-Tokoh Syiah
- Wilayatuh Faqih
- 14 Manusia yang Disucikan
- Imam Mahdi
- Asbabun Nuzul
- Ayat Khusus Untuk Ali
- Al-Ahzab: 23 Menunggu Janji Allah
- Al-Waqi’ah: 10-11 Terdahulu Beriman
- Al-Hadid: 19 Shiddiqqin
- Al-Baqarah: 207 Korban Yang Pertama
- Al-Baqarah: 274 Berinfak Sembunyi2
- Az-Zumar: 33 Yang Membenarkan
- Al-Anfal: 75 Hubungan Kerabat
- Al-Ahzab: 25 Penyelamat Peperangan
- Maryam: 96 Beriman dan Amal Shalih
- Hud: 17 Saksi Dari Allah Swt
- At-Tahrim: 4 Mukmin Yang Shalih
- At-Taubah: 1 Putus Hubungan Musyrikin
- Al-Mujadalah: 12 Berbicara Khusus
- Al-Haqqah: 11-12 Telinga Yg Mendengar
- At-Taubah: 19 Keimanan
- Ali dan Syiahnya
- Ali, Fatimah, Hasan, Husain
- Ali dan Lainnya
- Tentang Ahlul Bait
- Al-Ahzab: 33 Pensucian Ahlul Bait
- Asy-Syura: 23 Mencintai Ahlul Bait
- Ali Imran: 103 Pegang Teguh Ahlul Bait
- An-Nahl: 43 Merujuk Kpd Ahlul Bait
- At-Takatsur: 8 Kepemimpinan Ahlul Bait
- An-Nisa: 54 Manusia yang Dihasudi
- An-Nur: 36-37 Rumah yang Dimuliakan
- An-Nur: 35 Cahaya Allah
- Ash-Shaffat: 130 Keluarga Yasin
- Fathir: 32 Pewaris Al-Kitab
- Asy-Syura: 23 Orang Yang Berbuat Kebaikan
- Peristiwa Ghadirkum
- Jalan Lurus dan Kebenaran
- Ulil Amri, Imamah dan Wilayah
- An-Nisa: 59 Menaati Ulil Amri
- Az-Zukhruf: 45 Kepemimpinan Rasul-Ali
- Al-Baqarah: 124 Ayat Imamah
- Asy-Syu’ara': 214 Ayat Indzar
- Al-Ma`idah: 55-56 Ayat Wilayah
- Al-Ahzab: 6 Ayat Wilayah
- Ash-Shaffat: 24 Ditanyai Tntng Wilayah
- Al-Ma`arij: 1-3 Meragukan Wilayah Ali
- Thaha: 25 Memohon Seorang Wazir
- Al-Ahzab: 72 Penyerahan Amanat
- Al-A`raf: 172 Kesaksian Anak Cucu Adam
- Thaha: 82 Ayat Pengampunan
- Shalawat Untuk Nabi dan Keluarganya
- Keturunan Rasulullah Saw
- Thuba (Tempat Kembali yang Baik)
- Kaum Munafikin Benci Ali
- Ayat Khusus Untuk Ali
- Islam
- Nasional
- Iran
- Internasional
- Ragam
- Kontak
Senin, 06 Oktober 2025
Mengapa Iran Tidak Menyerang Israel Untuk Hentikan Genosida di Gaza?
Pernyataan Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem Tentang Rencana Trump dan Israel Raya
Kamis, 21 Agustus 2025
Mossad dan CIA Memalsukan Karya Imam Khomeini
Senin, 11 Agustus 2025
Pahami Bosnia Agar Kamu Paham Soal Gaza!
- 300 ribu Muslim gugur syahid;
- 60 ribu perempuan dan anak perempuan diperkosa;
- 1,5 juta orang diusir dari rumah mereka.
Senin, 07 Juli 2025
Sejarah Peperangan Antara Arab vs Israel, Arab Selalu Kalah!
Israel Ekspor Konflik: Dari Gurun Suriah ke Warung Kopi Indonesia?
Jumat, 20 Juni 2025
Kehancuran Israel oleh Persia (Iran) Dalam Nubuwat Kitab-kitab Yahudi
Sabtu, 28 September 2024
Innalillah, Sekjen Hizbullah Hassan Nasrallah Wafat
Jumat, 02 Agustus 2024
Ayatullah Khamenei: Rezim Zionis Buka Peluang Hukuman Berat Untuk Dirinya
Minggu, 07 Juli 2024
Imam Khomeini dan Perjuangan Palestina
- Menghindari perbedaan dan kemunafikan yang merusak diri sendiri.
- Tidak takut terhadap kekuatan fiktif para pembela Zionisme.
- Persatuan antara pemerintahan Islam dan menegur, mengancam dan memutus hubungan dengan negara mana pun yang menormalisasi hubungan dengan Israel.
- Mengirimkan bantuan material dan spiritual oleh negara-negara Muslim seperti darah, obat-obatan, makanan, dll. ke medan perang.
Jumat, 21 Juni 2024
Francis Fukuyama: “Musuh Kita Hanyalah Syiah yang “Berwilayah”
Jika kita menilai mengapa Amerika, Zionis
dan negara-negara Arab seperti Arab Saudi begitu gencar menjatuhkan Syiah
khususnya Syiah Iran, itu karena Islam Muhammadi original termanifestasi dalam
Syiah Wilayah Khomeiniyah. Tentunya negara-negara mayoritas Syiah yang
berkiblat kepada Amerika dan Zionis tidak akan pernah diusik dan diganggu
seperti Azarbeijan misalnya.
Rahasia ini terungkap ketika terjadi sebuah rapat khusus yang dilakukan di Ursyalim dekat bukit Muria, mencoba mendiagnosa kegagalan-kegagalan politik mereka dikancah International oleh Yoshihiro Francis Fukuyama.
Beliau adalah ilmuwan politik, ekonom politik, dan penulis Amerika Serikat. Ia juga adalah anggota dewan International Forum for Democratic Studies yang didirikan oleh National Endowment for Democracy dan anggota departemen ilmu politik RAND Corporation.
Dalam rapatnya bersama petinggi-petinggi Amerika dan Zionis ia berkesimpulan:
“Peperangan software yang kita jalankan untuk menguasai perpolitikan dunia pada akhirnya akan dimenangkan oleh orang-orang Syiah.”
Akhirnya Zionis dan Amerika membuat sebuah Konferensi di Ursyalim yang terkenal dengan Konferensi Ursyalim.
Dengan data-data yang Ia punya, Fukuyama mulai memaparkan tema berjudul “Mengenal dan Mengetahui Esensi Syiah”. Dalam pembukaan rapatnya Fukuyama berkata, “Syiah adalah sebuah burung yang mana kepakan sayapnya begitu tinggi hingga senjata kita secanggih apapun tidak bisa menggapainya. Burung itu memiliki dua sayap. Sayap pertama berwarna Merah dan yang satunya berwarna Hijau.”
Kemudian Ia menjelaskan maksud sayap-sayap tersebut. Adapun Sayap Hijau adalah Mahdawiyah (Mahdiisme) dan harapan bumi ini akan dipenuhi keadilan diakhir zaman. Mahdiisme, Law and Justice yang dibawa sayap ini menjadikan orang-orang Syiah tidak akan pernah putus asa dalam bergerak, karena pada akhirnya kemenangan akan jatuh kepada mereka melewati Mahdi yang mereka tunggu.
Mengalahkan mereka tidak lain kita harus mengikis dan memotong keyakinan mereka terhadap Mahdiisme dengan kita buat Mahdi tandingan dalam tubuh mereka atau melencengkan keyakinan itu dengan keyakinan tandingan yang seolah itu dikatakan oleh Imam dan ulama mereka.
Sayap kedua yang berwarna merah adalah kerinduan mereka terhadap kesyahidan, yang mana akar pemikiran ini bersumber dari Karbalaisme dan Husainisme. Kebangkitan melawan kedzaliman, pantang hina, hidup mulia atau mati syahid, rela berkorban dan sifat-sifat heroik lainnya.
Husainisme dan Karbalaisme tidak bisa dikalahkan oleh politik, kebudayaan, ekonomi, sosial dan pernak-pernik gemerlap keduniaan. Selama kecintaan kepada Husain ibn Ali as dan kerinduan akan kesyahidan terpatri di dalam sanubari mereka, maka selama itu kita akan gagal dan tidak akan pernah berhasil.
Inilah makna “Muhammadiyatul Hudust wa Huseiniyatul Baqa” Islam Muhammadi akan selalu tegak dan abadi ketika Husainisme selalu diperingati dan hadir ditengah-tengah mereka. Ini ditegaskan oleh perkataan Nabi mereka yang mengatakan, “Ana min Husain” yaitu Risalah Muhammadi dan pengeksekusiannya dari Husainisme, Karbalaisme dan Mahdiisme sebagai keturunan Husain ibn Ali as.
Terakhir adalah burung ini selain memiliki dua sayap, Ia memiliki jubah atau Dzirah (baju besi) yang melindunginya, mereka sebut dengan Wilayah Faqih. Seseorang yang memimpin dan mengomandoi mereka sebagai perpanjangan tangan Al-Mahdi sang Messiah terakhir kaum Syiah.
Kita sudah coba perang dengan mereka secara terbuka ketika kita menunggangi Irak selama 8 tahun, namun karena Wali Faqih, kita terpukul mundur dan tidak bisa menghancurkan revolusi seumur biji jagung tersebut. Padahal dari sisi militer, ekonomi dan politik seharusnya bisa dengan mudah dihancurkan. Begitu juga Hizbullah selain memiliki dua sayap itu, mereka tunduk patuh kepada Wali Faqih, penyebab kekalahan-kekalahan kita di negeri kawasan.
Hal pertama yang kita harus lakukan adalah menggeser dan menjauhkan Mahdiisme dari pemikiran generasi mereka.
Hal kedua menjauhkan revolusi Husainisme dan Karbalaisme dari benak mereka dengan merubah image dan pesan Husaini sehingga mereka sedikit demi sedikit hanya mempringati kesyahidannya saja dan melupakan pesan intinya (menegakan keadilan dan memerangi segala bentuk kedzaliman).
Kita buat Image masyarakat benci terhadap Karbala dan Husainisme dengan memanfaatkan sekelompok fanatis dari mereka, lalu kita ekspos atau kita buat sekelompok yang brutal dan berdarah-darah memukuli kepala mereka, anak-anak dan istri-istri mereka dengan benda tajam. Sehingga masyarakat jijik dan menjauh dari pesan asli Husainisme dan Karbalaisme.
Hal ketiga masalah Wali Faqih, kita buat sekelompok dari kalangan mereka atau kita hasut mereka untuk membenci Wali Faqih. Kita biayai mereka agar jauh dari ketaatan kepada Wali Faqih. Masalah ini membutuhkan waktu dan diskusi yang panjang, karena kita harus menyusup ke hauzah-hauzah mereka, bertitle Ijtihad atau marja sehingga ketika diadukan dengan Wali Faqih memiliki bobot.
Sistem hauzah harus digeser sedikit demi sedikit, sehingga mereka kelak hanya fokus kepada ritual-ritual kesyahidan dan kelahiran Imam mereka. Sibukan mereka dengan kajian ilmiah yang berhubungan dengan perbedaan antara Sunni-Syiah. Kita tajamkan dimasalah ini, kalau perlu kita buat dari kalangan Syiah yang menajamkan perseteruan Sunni-Syiah dengan mencaci-maki dan menghina akidah dan orang-orang yang dikultuskan Ahlu Sunnah.
Untuk masalah agenda 50 tahun kedepan dan 100 tahun kedepan, kita akan atur ulang dengan seksama sehingga tidak terjadi blunder dimasa yang akan datang.
Oleh: Yoshihiro Francis Fukuyama
Sumber: http://relawankebaikan.blogspot.com
Selasa, 04 Juni 2024
Mantan Direktur Mossad Israel Mengakui Bahwa Israel Mempersenjatai Teroris
Mantan Direktur Mossad Israel mengakui bahwa Israel mempersenjatai Al-Qaeda dan kelompok teroris lainnya di Timur Tengah.
Ini bukan propaganda, tapi pengakuan jujur.
Kamis, 23 Mei 2024
Foto Para Pemimpin Perlawanan di Tehran Mengejutkan Zionis Israel
Foto para pemimpin perlawanan di Tehran mengejutkan Zionis Israel. Perlawanan Irak, Perlawanan Yaman, Perlawanan Suriah, Perlawanan Hizbullah, dan Perlawanan Palestina.
Rabu, 22 Mei 2024
Enam Skenario Media Israel, Terkait Gugurnya Presiden Iran
Kabar gugurnya Presiden Iran, sejak awal telah memperkuat
persatuan nasional di Iran, tapi seperti biasanya, dalam peristiwa semacam ini,
lembaga-lembaga propaganda, dan perang psikologis Israel, segera melakukan
upaya perpecahan.
Sebagian skenario lembaga-lembaga propaganda Israel, adalah sebagai berikut:
1. Unjuk Kekuatan Palsu
Sejak hari gugurnya Presiden Iran, dan rombongan yang menyertainya, Israel, tidak berani mengeluarkan statemen resmi bahkan satu kalimat pun terkait kejadian tersebut. Akan tetapi beberapa akun media sosial tanpa nama asli yang kemungkinan dikelola oleh kebijakan, dan uang lembaga-lembaga perang psikologis Zionis, berusaha menganggap Israel, terlibat dalam kecelakaan pesawat yang menimpa Presiden Iran.
2. Menciptakan Perpecahan
Skenario-skenario media yang dilakukan oleh sebagian akun yang mengaku orang Iran, justru tidak memperkuat persatuan nasional, tapi malah menciptakan konflik kelompok, serta mengadu domba berbagai aliran pemikiran politik berbeda. Sebagian besar akun-akun ini adalah akun-akun media sosial tanpa nama, dan identitas.
3. Bisikan Setan untuk Memusuhi Negara Tetangga
Peningkatan hubungan Iran, dengan negara-negara tetangga merupakan kebijakan asli mendiang Presiden Iran, Sayid Ebrahim Raisi, dan telah menghasilkan sejumlah capaian penting.
Peningkatan hubungan Iran, dan Republik Azerbaijan, serta dimulainya pemanfaatan Bendungan Qiz Qalasi, yang diresmikan pada hari Minggu oleh Presiden Iran, Sayid Ebrahim Raisi, dan Presiden Republik Azerbaijan, Elham Aliyev, merupakan salah satu capaian dari kebijakan ini.
Meskipun demikian, kebijakan media Israel, sejak gugurnya Syahid Ebrahim Raisi, berusaha menghapus hubungan baik Iran dan Republik Azerbaijan, dengan menyebarluaskan berita-berita tanpa riset, tanpa bukti, dengan klaim-klaim tanpa bukti.
4. Teror Ketenangan Batin dengan Kebohongan Berulang
Hari Senin pagi, sebuah akun media sosial X, yang mengaku Badan Intelijen Israel, Mossad, dalam sebuah berita yang sama sekali tidak benar menulis, Brigjen Ahmadreza Radan, Kepala Kepolisian Nasional Iran, diteror. Ini adalah sebuah taktik berulang di tengah situasi seperti sekarang ini untuk menyerang ketenangan psikologis masyarakat Iran, dengan rumor serta kebohongan-kebohongan yang dikeluarkan silih berganti.
5. Menggambarkan Iran, Kacau padahal Sangat Solid
Republik Islam Iran, selama 45 tahun, beberapa kali mengalami peristiwa semacam ini, bahkan lebih berat dari itu. Tahun-tahun awal kemenangan Revolusi Islam, Ayatullah Syahid Beheshti, Ketua Mahkamah Agung Iran, kala itu, dan tidak lama kemudian Syahid Rajaei, dan Bahonar, Presiden, dan Perdana Menteri Iran, gugur.
Saat itu Iran, mampu melewati masa-masa sulit tersebut tanpa masalah, dan ketakutan, tapi garis perang psikologis Israel, sejak awal peristiwa terus memproduksi muatan-muatan yang mengatakan bahwa Iran, menghadapai masalah besar, dan krisis yang tidak bisa diselesaikan.
6. Kerusuhan daripada Pemilihan
Salah satu karakteristik Undang-Undang Dasar Iran, adalah sudah memprediksikan beragam kondisi yang mungkin terjadi di kemudian hari, dan mempersiapkan semua yang diperlukan untuk menghadapi kondisi-kondisi tersebut.
Di masa seperti sekarang ini, konstitusi Iran, telah menetapkan tahapan demokrasi apa yang mesti ditempuh untuk memilih presiden baru, tapi skenario-skenario Israel, sangat menginginkan instabilitas, dan kerusuhan daipada solidaritas, dan proses demokratis. Israel berusaha menyebarluaskan statemen-statemen keras dari beberapa kelompok oposisi Iran. (HS)
Sumber: Parstoday Indonesia
Kamis, 16 Mei 2024
Surat dari Komunitas Kristen: Dukung Israel, Umat Kristen Harus Bertobat!
Surat ini menyatakan, “Kami sangat menyarankan umat Kristen Barat untuk bergabung dengan kami di jalan ini. Kami juga mengingatkan diri kita sendiri dan sesama umat Kristiani bahwa Tuhan adalah Tuhan orang-orang yang tertindas dan tertindas, dan bahwa Yesus menegur mereka yang berkuasa dan meninggikan mereka yang tertindas.”
Tak lama setelah Israel mulai membom Gaza dan membunuh anak-anak
tak berdosa, sebuah surat terbuka dari umat Kristen Palestina kepada para
pemimpin gereja dan teolog Kristen Barat diterbitkan, yang, bersama dengan
analisis rinci mengenai sikap salah di kalangan pemimpin Kristen Barat,
mengungkapkan jalan menuju kebenaran bagi umat Kristiani.
Di sini kita meninjau bagian utama dari surat penting ini:
“Belajarlah melakukan yang benar; mencari keadilan; Belalah
mereka yang tertindas” (Yesaya 17:1).
Kami, organisasi dan gerakan umat Kristen Palestina, yang
menandatangani surat ini, memandang dengan sedih dan menyesal atas siklus baru
kekerasan di tanah kami. Saat surat ini ditulis, sebagian dari kita kehilangan
teman dan anggota keluarga dalam pemboman brutal Israel pada 19 Oktober 2023.
Pemboman tersebut juga melibatkan warga Kristen yang mengungsi di Gereja
Ortodoks Yunani bersejarah St. Porphyrios di Gaza. Kata-kata tidak dapat
mengungkapkan keterkejutan dan kengerian kami atas perang yang sedang
berlangsung di negeri kami.
Kami juga sangat prihatin bahwa nama Tuhan digunakan untuk
mendukung kekerasan dan ideologi agama nasional.
Kami merasa ngeri menyaksikan dukungan yang tidak diragukan lagi
dari banyak orang Kristen Barat terhadap perang Israel terhadap rakyat
Palestina.
Kami menulis surat ini untuk menantang para teolog dan pemimpin
gereja Barat yang secara tidak kritis mendukung Israel dan mengajak mereka
untuk bertobat dan berubah.
Sayangnya, tindakan dan standar ganda dari beberapa pemimpin
Kristen telah sangat merugikan agama Kristen.
Kami sedih dengan diamnya banyak pemimpin gereja dan teolog
dalam menghadapi pembunuhan warga sipil Palestina. Kami juga terkejut bahwa
beberapa orang Kristen di Barat menolak mengutuk pendudukan Israel yang sedang
berlangsung di Palestina dan dalam beberapa kasus membenarkan dan mendukung
pendudukan ini. Kami juga terkejut dengan legitimasi sebagian umat Kristiani
atas serangan sembarangan Israel di Gaza.
Tentara Israel telah menggunakan taktik yang menyasar warga
sipil, seperti menggunakan fosfor putih, memutus aliran air, bahan bakar dan
listrik, serta membom sekolah, rumah sakit, dan tempat ibadah, termasuk
pembantaian mengerikan di Rumah Sakit Anglikan-Baptis Al Ahli dan pemboman
terhadap Gereja Ortodoks Yunani St. Porphyrios yang telah menghancurkan
keluarga Kristen Palestina.
Selain itu, kami dengan tegas menolak tanggapan Kristen yang
picik dan menyimpang yang mengabaikan konteks dan akar dari perang ini;
penindasan sistematis Israel terhadap warga Palestina sejak pendiriannya,
pembersihan etnis yang terus berlanjut di Palestina, dan pendudukan militer
yang brutal dan rasis yang merupakan kejahatan apartheid Israel.
Ini adalah konteks penindasan yang mengerikan yang secara
konsisten diabaikan oleh banyak teolog dan pemimpin Kristen Barat dan terkadang
dilegitimasi dengan menggunakan berbagai teologi dan interpretasi Zionis.
Blokade brutal Israel terhadap Gaza selama 17 tahun terakhir
telah mengubah jalur seluas 365 kilometer persegi itu menjadi penjara terbuka
bagi lebih dari dua juta warga Palestina.
Kondisi kehidupan yang brutal dan menyedihkan di Gaza di bawah
tekanan kuat dari Israel telah mendorong beberapa kelompok Palestina beralih ke
perjuangan sebagai respons terhadap penindasan dan frustrasi.
Sayangnya, perlawanan tanpa kekerasan di Palestina yang menjadi
komitmen kami mendapat penolakan, bahkan beberapa pemimpin Kristen di Barat
melarang diskusi mengenai apartheid Israel, seperti yang dilaporkan dan
dikonfirmasi oleh Human Rights Watch, Amnesty International.
Kita berulang kali diingatkan bahwa sikap Barat terhadap
Palestina dan Israel dipengaruhi oleh standar ganda yang terang-terangan
memanusiakan warga Yahudi Israel, tapi bersikeras melakukan dehumanisasi
terhadap warga Palestina dan mencuci penderitaan mereka.
Standar
ganda ini tampaknya mencerminkan wacana kolonial yang menggunakan Alkitab untuk
membenarkan pembersihan etnis penduduk asli di Amerika, Oseania, dan tempat
lain, perbudakan orang Afrika dan perdagangan budak di Atlantik, dan apartheid
yang berlangsung selama beberapa dekade di Afrika Selatan.
Lebih
jauh lagi, kita sadar akan warisan teori perang yang adil dari Kristen Barat,
yang digunakan untuk membenarkan penjatuhan bom atom terhadap warga sipil tak
berdosa di Jepang selama Perang Dunia II, kehancuran Irak dan populasi Kristen
di negara tersebut dalam perang terakhir AS di Irak, begitu juga dukungan
mutlak terhadap Israel digunakan untuk melawan Palestina atas nama superioritas
moral dan “pertahanan diri”.
Beberapa
orang Kristen telah menerima tradisi Zionis dan beberapa juga terlibat dalam
peningkatan kebencian terhadap orang-orang Palestina yang kita lihat di banyak
negara dan media Barat saat ini.
Kami
sangat menyarankan umat Kristen Barat untuk bergabung dengan kami di jalan ini.
Kami juga mengingatkan diri kita sendiri dan sesama umat Kristiani bahwa Tuhan
adalah Tuhan orang-orang yang tertindas dan tertindas, dan bahwa Yesus menegur
mereka yang berkuasa dan meninggikan mereka yang tertindas.
Oleh
karena itu, kami sangat prihatin dengan kurangnya perhatian beberapa pemimpin
dan pendeta Kristen Barat terhadap tradisi keadilan dan belas kasihan dalam
Alkitab, yang pertama kali diajarkan oleh Musa (Ulangan 10:18; 16:18-20; 4:32)
dan para nabi. (Yesaya 1 17:8; Mikha 2:1-3; Amos 5:10-24) dan diwujudkan dalam
Kristus. (Mat 25:34–46; Lukas 1:51–53; 4:16–21).
Sumber:
- A Call for Repentance: An Open Letter from
Palestinian Christians to Western Church Leaders and Theologians. ۲۰۲۳. Global Ministries.(sl)
-
Parstoday Indonesia

















