Dari Abu Laila al-Ghifari dari Nabi Saw yang bersabda, “Sepeninggalku akan ada fitnah. Jika itu terjadi, maka berpeganglah kepada Ali, karena dialah al-Faruq antara kebenaran dan kebatilan"
Tampilkan postingan dengan label Iran News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Iran News. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Agustus 2025

Peringatan Tegas dari Imam Ali Khamenei hf Untuk Seluruh Rakyat Iran

 



Kita semua rakyat Iran — baik Syiah maupun Sunni, dari berbagai suku seperti Kurdi, Arab, Lor, Turki, Baluchi, Turkmen, Bakhtiari, dan lain-lain, serta semua kelompok politik baik konservatif maupun reformis — harus sadar bahwa tidak ada pengganti untuk sistem Republik Islam yang sekarang ini.

Jika, na’udzubillah, sistem Republik Islam saat ini runtuh, jangan pernah berpikir bahwa kondisi akan kembali seperti zaman sebelum Revolusi (zaman Dinasti Pahlavi). 

Tidak akan seperti itu.

Amerika dan Inggris tidak akan pernah lagi mengizinkan kita punya pemerintahan seperti zaman Pahlavi. Mereka sudah punya rencana lain yang jauh lebih buruk.

Kalau Republik Islam tumbang, apa yang akan menggantikannya?

Jawabannya sudah diberikan oleh Amerika melalui "anjing gila" mereka yaitu ISIS (Daesh):

Mandi darah, pembunuhan massal, bencana kemanusiaan, bahkan genosida terhadap bangsa Iran — lebih buruk dari yang terjadi di Myanmar.

Jadi, siapa pun yang berpikir bahwa segala sesuatu akan menjadi lebih baik jika sistem ini (Republik Islam) dan Wilayah Faqih (kepemimpinan ulama) hilang, mereka sangat keliru.

Orang seperti ini tidak memahami politik dan bahaya yang mengintai bangsa Iran.

Jika Republik Islam jatuh, nasib kita bisa lebih buruk dari Suriah, Libya, atau Afghanistan.

Kita akan dijarah, diserang tiba-tiba, dan entah apa yang akan terjadi.

Saat itu, mungkin kita akan menyesal dan merindukan hari-hari yang sekarang kita keluhkan.

Mungkin kamu harus menggandeng keluargamu dan melarikan diri ke pegunungan dan padang pasir.

Wahai rakyat Iran yang terhormat, mari kita hargai keamanan yang kita miliki sekarang, dan hadapi masalah yang ada dengan kesabaran dan kewaspadaan, demi masa depan yang cerah, insha Allah.

Kita harus sadar dan berhati-hati, agar tidak terjebak oleh tipu daya musuh-musuh bangsa kita.

Hewan buas seperti serigala, burung bangkai, dan hiena sudah mengepung Iran, hanya menunggu saat yang tepat ketika negara ini kacau.

Waspadai fitnah-fitnah.

Sebarkan pesan ini agar semua orang sadar bahwa musuh tidak peduli dengan nasib kita.

Semoga Allah membalas kebaikan kalian.

Menyebarkan dan menyadarkan orang lain sama dengan sedekah jariyah.

Jangan sampai kita baru sadar setelah diinjak sepatu musuh — saat semuanya sudah terlambat.

Ya Ali madad.

https:///PanjiHitamImamMahdi

Minggu, 29 Juni 2025

Pemakaman Para Jenderal dan Ilmuan Nuklir Korban Agresi Israel di Teheran


Jurnalis CNN foto selfie dengan background warga Iran yang dari pukul 8-12 siang berarak pelan mengantar peti jenasah.

Kemarin pemakaman para jenderal dan ilmuan nuklir korban agresi Israel digelar di Teheran. Lebih dari sejuta warga Teheran yang hadir membanjiri semua jalan poros untuk memberi penghormatan terakhir, turut diarak juga peti jenasah jurnalis, ibu-ibu dan anak-anak yang turut menjadi korban. Nama dan foto mereka dipampang jelas, tidak ada korban yang disepelekan dan tidak diaggap. Lebih dari 600 korban jiwa telah dimakamkan dan kemarin adalah puncaknya.

30 perwira tinggi Iran dari semua kesatuan dilaporkan terbunuh, tidak ada yag disembunyikan dan tidak ada yang ditutup-tutupi. Iran tidak menganggap kematian para jenderalnya sebagai kelemahan apalagi kekalahan, melainkan kebanggaan. Sebab Iran dengan ideologi Syiahnya, kematian di tangan musuh adalah kesyahidan, adalah kematian terbaik. Terus apanya yang mau ditutupi dan membuat malu?

Sebaliknya, di Tel Aviv adakah pemandangan serupa? Adakah warga mereka dianggap jika data korban dimanipulasi agar tidak membuat malu? Bagaimana perasaan keluarga korban yang anggota keluarga mereka tewas namun tidak disebutkan namanya dalam laporan investigasi dan data korban demi untuk citra korban yang minim? Adakah penghormatan yang sama yang didapat mereka yang tewas di Israel sebagaimana yang didapat oleh mereka yang menjadi korban jiwa di Iran?

Mungkin memang Iran menderita korban jiwa lebih banyak dari Israel, terlebih lagi banyak di antaranya adalah orang-orang penting yang memegang posisi strategis dalam militer maupun keamanan nasional. Namun sejarah dan dunia mencatat, kemenangan tidak selalu ditentukan oleh jumlah korban yang lebih sedikit, tetapi oleh siapa yang tetap berdiri tegak meski kehilangan begitu banyak.

Dalam banyak babak sejarah perjuangan, mereka yang terluka lebih dalam justru menjadi pemenang moral dan simbol perlawanan. Karena kemenangan sejati bukan hanya soal kalkulasi kerugian, tetapi tentang narasi yang bertahan, semangat yang tak padam, dan tekad yang tak bisa dibunuh.

Israel mungkin berhasil menargetkan sejumlah tokoh, tetapi Iran membuktikan bahwa setiap syahid justru melahirkan ratusan pengganti.

Dalam logika muqawamah, kehilangan bukan akhir—melainkan awal dari babak perlawanan baru yang lebih keras, lebih matang, dan lebih menyakitkan bagi musuhnya.

Dan pada akhirnya, dunia menyaksikan: siapa yang mengorbankan diri demi membela kehormatan, dan siapa yang membunuhi demi ambisi kolonial. Sejarah akan selalu berpihak pada mereka yang berdiri di sisi keadilan, walau darah mereka membasahi bumi.

Jumat, 02 Agustus 2024

Ayatullah Khamenei: Rezim Zionis Buka Peluang Hukuman Berat Untuk Dirinya


Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Khamenei dan Ismail Haniyeh


Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, terkait teror Kepala Biro Politik Hamas mengatakan, Rezim Zionis sudah membuka kesempatan untuk menerima hukuman berat bagi dirinya sendiri.

Ayatullah Sayid Ali Khamenei, Rabu (31/7/2024) mengucapkan belasungkawa atas gugurnya Pemimpin berani dan pejuang umat Islam, serta poros perlawanan, dan bangsa Palestina.

Rahbar menegaskan, "Rezim Zionis penjahat dan teroris, dengan aksi ini telah membuka kesempatan untuk menerima hukuman berat bagi dirinya sendiri, dan kami menganggap menuntut balas atas darah Ismail Haniyeh, yang gugur di dalam wilayah Republik Islam Iran, sebagai kewajiban kami."

Isi pesan Ayatullah Khamenei sebagai berikut:

Bismillahirahmanirahim
Innalillahi wa inna ilahi rajiun

Rakyat mulia Iran

Pemimpin berani dan pejuang unggul Palestina, Tuan Ismail Haniyeh, kembali ke sisi Allah SWT, dan poros agung perlawanan berduka. Rezim Zionis penjahat dan teroris, menewaskan tamu mulia kami di rumah kami sendiri, dan membuat kami berduka, tapi Rezim Zionis telah membuka kesempatan untuk menerima hukuman berat bagi dirinya.

Syahid Haniyeh, selama bertahun-tahun telah mempertaruhkan nyawa berharganya di jalan perjuangan mulia, dan siap untuk gugur, dan menyerahkan putra-putra serta familinya di jalan ini.

Ia tidak pernah takut untuk gugur di jalan Tuhan, dan di jalan menyelamatkan hamba-hamba-Nya, tapi kami dalam peristiwa pahit dan sulit yang terjadi di wilayah Republik Islam Iran, menganggap menuntut balas atas darah beliau, sebagai kewajiban kami.

Saya mengucapkan belasungkawa kepada umat Islam, poros perlawanan, kepada bangsa berani dan terhormat Palestina, terutama keluarga dan orang-orang yang ditinggalkan atas gugurnya Syahid Haniyeh, dan salah satu pengawalnya. Saya memohon kepada Allah SWT untuk memberikan kedudukan tinggi kepada mereka.

Sayid Ali Khamenei

31 Juli 2024 (25 Muharam 1446 Hijriah)

Humas Korps Garda Revolusi Islam Iran, IRGC, sebelumnya mengumumkan, Ismail Haniyeh, Kepala Biro Politik Hamas, dan salah satu pengawalnya gugur dalam sebuah serangan ke kediamannya di Tehran, Rabu (31/7) pukul 2 dinihari. (HS).

Sumber: Parstoday Indonesia

Minggu, 30 Juni 2024

Imam Khamenei: Gerakan Pembela Haram, Menyelamatkan Iran dan Kawasan/Membela Haram, Membela Nilai-nilai Kemanusiaan


Imam Khamenei


Pemimpin Besar Revolusi Islam dalam pertemuan dengan anggota penyelenggara Kongres Internasional Syuhada Muqawama dan Pembela Haram (Pembela Keamanan Asia Barat dan Haram atau Makam Suci Ahlulbait Nabi), menyebut pembela Haram sebuah fenomena menakjubkan dan penting serta salah satu manifestasi pandangan dunia Republik Islam.

Lebih lanjut Imam Khamenei menekankan, kehadiran pemuda dari berbagai etnis bangsa dalam kelompok pembela Haram menunjukkan bahwa Revolusi Islam setelah lebih dari empat dekade, masih memiliki kekuatan untuk menciptakan kembali semangat dan epik revolusi pertama.

Imam Khamenei seraya mengenang seluruh syuhada pembela Haram (Pembela Keamanan Asia Barat dan Haram atau Makam Suci Ahlulbait Nabi) dan front muqawama, khususnya Syahid Jenderal Soleimani, menilai membela Haram Suci (Ahlulbait Nabi) sebuah sisi simbolis dalam membela ideologi dan nilai-nilai pemilik Haram dan Ahlulbait as.

"Nilai-nilai tinggi mazhab Ahlulbait as seperti keadilan, kebebasan, melawan kekuatan zalim, dan "pengorbanan di jalan kebenaran", senantiasa mendapat peminat di antara mereka yang memiliki hati nurani yang murni," tambah Imam Khamenei.

Menurut laporan Pars Today, Pemimpin Besar Revolusi Islam menyebut gerakan mahasiswa di berbagai universitas Amerika Serikat dalam membela rakyat Jalur Gaza adalah contoh dari hati nurani yang murni di dunia, dan menambahkan:

Yang penting adalah pesan membela Haram sejatinya adalah membela nilai-nilai kemanusiaan, sampai kepada hati nurani yang murni di dunia.

Beliau menganggap dimensi lain dari isu mempertahankan tempat suci (Haram) sebagai pandangan dunia revolusi Islam dan mengingatkan: Setiap gerakan dan revolusi yang mengabaikan lingkungan internasional dan regionalnya pasti akan terpukul, seperti halnya pergerakan bangsa Iran dalam Revolusi Konstitusional dan dalam permasalahan nasionalisasi industri minyak yang terpuruk dan tidak tuntas karena terlalu memikirkan permasalahan dalam negeri dan mengabaikan campur tangan asing, akhirnya gagal mencapai cita-citanya.

Rahbar menambahkan:

Imam Khomeini sejak hari-hari pertama kebangkitan Islam dan juga sejak awal kemenangan Revolusi Islam, senantiasa memperhatikan intervensi asing dan padangan dunia serta regional, dan tidak disibukkan isu-isu dalam negeri, dan dalam berbagai statemennya memberikan peringatan yang diperlukan terkait isu-isu ini.

Pertemuan anggota penyelenggara Kongres Internasional Syuhada Muqawama dan Pembela Haram

Imam Khamenei menyebut kehadiran pejuang pembela Haram (Pembela Keamanan Asia Barat dan Haram atau Makam Suci Ahlulbait Nabi) di negara-negara yang musuh merancang plot sangat berbahaya baginya, termasuk manifestasi pandangan dunia Revolusi Islam, dan mengatakan:

Dalam plotnya, musuh berencana menghancurkan pemerintah Islam dengan menduduki kawasan dan pada saat yang sama dengan menerapkan tekanan ekonomi dan politik serta tekanan “ideologis dan agama” terhadap Iran, namun sekelompok anak muda yang beriman, dengan poros Republik Islam, menggagalkan plot yang mahal kubu arogan dunia ini.

Beliau menekankan, dengan pandangan ini, harus dikatakan bahwa gerakan pembela Haram telah menyelamatkan Iran dan kawasan.

Rahbar seraya mengisyaratkan pada esensi brutal, sadis dan tak manusiawi Daesh (ISIS) dan kelompok-kelompok serupa yang dibentuk dengan dukungan persenjataan dan propaganda Amerika serta Barat, menambahkan:

Tujuan dari pembentukan kelompok-kelompok ini adalah mengobarkan instabilitas di kawasan, khususnya Iran, tapi para pembela Haram berhasil meredam bahaya besar ini.

Imam Khamenei menganggap demonstrasi kekuatan Revolusi Islam dalam menciptakan kembali semangat dan epik yang melekat di awal kemenangan sebagai dimensi lain dari gerakan para pembela Haram dan menambahkan:

Kehadiran generasi muda yang belum pernah melihat Imam (Imam Khomeini) dan era pertahanan suci (perang Iran-Irak) untuk mempertahankan tempat suci menunjukkan kekuatan aneh revolusi Islam dalam menciptakan kembali motivasi keagamaan dan revolusioner yang sama empat dekade lalu.

Seraya mengisyartkan harapan dan analisa sebagian orang yang dipengaruhi ideologi Barat terkait bahwa Revolusi Islam dan nilai-nilainya semakin melemah, Rahbar menekankan:

Kesucian, keberanian, pengorbanan, ketulusan dan “keyakinan yang mendalam terhadap landasan agama” pada generasi muda yang membela tempat suci (Haram Ahlulbait) merupakan fenomena indah dan unik yang menunjukkan kesalahan analisa orang Barat dan persoalan ini tidak mungkin terbentuk kecuali dengan rahmat dan bantuan Allah Swt dan Ahlulbait as.

Pemimpin Revolusi Islam memandang diadakannya pawai seperti 22 Bahman atau pemakaman mengejutkan seperti pemakaman Jenderal Soleimani atau para syuhada pengabdi negara (Syahid Raisi dan kawan-kawan) sebagai wujud lain dari kekuatan regenerasi Revolusi Islam dan menekankan: Para syuhada yang membela tempat suci (Haram Ahlulbait) dan keluarga mereka adalah sumber kehormatan dan kebanggaan, serta keselamatan dan kemakmuran Iran Islami, dan Revolusi Islam jelas berhutang kepada syuhada ini dan keluarga mereka. (MF)

Sumber: Parstoday Indonesia


Sabtu, 22 Juni 2024

Imam Khamenei: Tugas yang Paling Penting adalah Menegakkan Keadilan Dengan Berani dan Tanpa Basa-basi


Imam Khamenei


Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran atau Rahbar, Imam Khamenei Sabtu (22/6/2024) saat bertemu dengan staf dan anggota Mahkamah Agung Iran seraya menyebut tugas utama lembaga hukum adalah "menyelesaikan masalah dan perselisihan masyarakat berdasarkan keadilan” dan “Mencegah melewati garis merah hukum", mengatakan, tugas utama lembaga peradilan adalah menegakkan keadilan dengan berani dan tanpa basa-basi.


Rahbar di awal pertemuan seraya memberikan penghormatan kepada syuhada lembaga peradilan termasuk Syahid Behehsti dan juga Syahid Raisi yang memiliki catatan gemilang di Mahkamah Agung, mengucapkan terima kasih atas kerja keras ketua, pejabat, jaksa dan staf lembaga ini.


Menurut laporan Pars Today, Imam Khamenei seraya menekankan bahwa dalam al-Quran dan berbagai sumber Islam, tidak ada penekanan lebih banyak seperti masalah keadilan, menyebut keberanian sebagai keharusan dari penegakkan keadilan, mengatakan:


Menurut Imam Sajjad as, lembaga peradilan harus bertindak sedemikian rupa sehingga musuh pun akan merasa aman dari kezaliman, dan teman dekat juga akan putus asa dari bantuan yang tidak adil; Jika hal ini terlaksana, maka masalah sangat penting "keamanan psikologis dan mental" akan terjamin.


Beliau menyebut berkurangnya waktu penanganan perkara, kekuatan dan konsistensi putusan pengadilan negeri, yang berujung pada berkurangnya pelanggaran suara dalam proses banding, dan berkurangnya laporan dan pengaduan ke lembaga pemeriksa, sebagai indikator penting yang harus ditingkatkan melalui implementasi dokumen sistem peradilan.


Imam Khamanei seraya mengungkapkan keprihatinannya atas lambatnya pemrosesan kasus-kasus yang melibatkan tahanan dan akibatnya lamanya penahanan sementara terhadap orang-orang, mengatakan:


Nasib orang-orang tersebut harus ditentukan sejak dini agar tidak ada seorang pun yang dipenjara karena lamanya proses perkara.


Rahbar seraya mengisyaratkan sulitnya menyelesaikan masalah tahanan yang memiliki hutang, mengatakan:


Sejumlah orang bahkan jika mendekam di penjara seumur hidup, tidak memiliki kemampuan membayar hutangnya, dan masalah ini harus diselesaikan.


Penekanan pada referensi hakim terhadap undang-undang dalam negeri dan bukan pada sumber-sumber hak asasi manusia Barat, kelanjutan dari kunjungan lapangan oleh kepala peradilan dan tindak lanjut dari implementasi keputusan-keputusan menjanjikan yang dibuat selama kunjungan ini adalah poin-poin lain dari pidato pemimpin besar Revolusi Islam Iran.


Menyimpulkan bagian pidatonya ini, Rahbar mengatakan:


Bekerjalah sedemikian rupa sehingga opini publik melihat Mahkamah Agung sebagai rumah keadilan dan pusat penegakkan hak serta keadilan tanpa basa-basi.


Rahbar di akhir pidatonya memberikan rekomendasi penting kepada para kandidat pemilu presiden. Imam Khamenei menyebut program pemilu televisi baik dan membuat masyarakat mengenal pandangan beragam, serta kepada para kandidat pemilu, beliau mengatakan:


Seluruh kandidat, mencintai Iran dan Republik Islam; Karena mereka menginginkan menjadi presiden bagi pemerintah dan untuk melayani rakyat. Oleh karena itu, jangan berbicara yang menyenangkan musuh.


Sumber: Parstoday Indonesia

Kamis, 23 Mei 2024

Foto Para Pemimpin Perlawanan di Tehran Mengejutkan Zionis Israel

Foto para pemimpin perlawanan di Tehran mengejutkan Zionis Israel. Perlawanan Irak, Perlawanan Yaman, Perlawanan Suriah, Perlawanan Hizbullah, dan Perlawanan Palestina.

Rabu, 22 Mei 2024

Enam Skenario Media Israel, Terkait Gugurnya Presiden Iran

 

PM Rezim Zionis Benjamin Netanyahu


Kabar gugurnya Presiden Iran, sejak awal telah memperkuat persatuan nasional di Iran, tapi seperti biasanya, dalam peristiwa semacam ini, lembaga-lembaga propaganda, dan perang psikologis Israel, segera melakukan upaya perpecahan.

Sebagian skenario lembaga-lembaga propaganda Israel, adalah sebagai berikut:

1. Unjuk Kekuatan Palsu

Sejak hari gugurnya Presiden Iran, dan rombongan yang menyertainya, Israel, tidak berani mengeluarkan statemen resmi bahkan satu kalimat pun terkait kejadian tersebut. Akan tetapi beberapa akun media sosial tanpa nama asli yang kemungkinan dikelola oleh kebijakan, dan uang lembaga-lembaga perang psikologis Zionis, berusaha menganggap Israel, terlibat dalam kecelakaan pesawat yang menimpa Presiden Iran.

2. Menciptakan Perpecahan

Skenario-skenario media yang dilakukan oleh sebagian akun yang mengaku orang Iran, justru tidak memperkuat persatuan nasional, tapi malah menciptakan konflik kelompok, serta mengadu domba berbagai aliran pemikiran politik berbeda. Sebagian besar akun-akun ini adalah akun-akun media sosial tanpa nama, dan identitas.

3. Bisikan Setan untuk Memusuhi Negara Tetangga

Peningkatan hubungan Iran, dengan negara-negara tetangga merupakan kebijakan asli mendiang Presiden Iran, Sayid Ebrahim Raisi, dan telah menghasilkan sejumlah capaian penting.

Peningkatan hubungan Iran, dan Republik Azerbaijan, serta dimulainya pemanfaatan Bendungan Qiz Qalasi, yang diresmikan pada hari Minggu oleh Presiden Iran, Sayid Ebrahim Raisi, dan Presiden Republik Azerbaijan, Elham Aliyev, merupakan salah satu capaian dari kebijakan ini.

Meskipun demikian, kebijakan media Israel, sejak gugurnya Syahid Ebrahim Raisi, berusaha menghapus hubungan baik Iran dan Republik Azerbaijan, dengan menyebarluaskan berita-berita tanpa riset, tanpa bukti, dengan klaim-klaim tanpa bukti.

4. Teror Ketenangan Batin dengan Kebohongan Berulang

Hari Senin pagi, sebuah akun media sosial X, yang mengaku Badan Intelijen Israel, Mossad, dalam sebuah berita yang sama sekali tidak benar menulis, Brigjen Ahmadreza Radan, Kepala Kepolisian Nasional Iran, diteror. Ini adalah sebuah taktik berulang di tengah situasi seperti sekarang ini untuk menyerang ketenangan psikologis masyarakat Iran, dengan rumor serta kebohongan-kebohongan yang dikeluarkan silih berganti.

5. Menggambarkan Iran, Kacau padahal Sangat Solid

Republik Islam Iran, selama 45 tahun, beberapa kali mengalami peristiwa semacam ini, bahkan lebih berat dari itu. Tahun-tahun awal kemenangan Revolusi Islam, Ayatullah Syahid Beheshti, Ketua Mahkamah Agung Iran, kala itu, dan tidak lama kemudian Syahid Rajaei, dan Bahonar, Presiden, dan Perdana Menteri Iran, gugur.

Saat itu Iran, mampu melewati masa-masa sulit tersebut tanpa masalah, dan ketakutan, tapi garis perang psikologis Israel, sejak awal peristiwa terus memproduksi muatan-muatan yang mengatakan bahwa Iran, menghadapai masalah besar, dan krisis yang tidak bisa diselesaikan.

6. Kerusuhan daripada Pemilihan

Salah satu karakteristik Undang-Undang Dasar Iran, adalah sudah memprediksikan beragam kondisi yang mungkin terjadi di kemudian hari, dan mempersiapkan semua yang diperlukan untuk menghadapi kondisi-kondisi tersebut.

Di masa seperti sekarang ini, konstitusi Iran, telah menetapkan tahapan demokrasi apa yang mesti ditempuh untuk memilih presiden baru, tapi skenario-skenario Israel, sangat menginginkan instabilitas, dan kerusuhan daipada solidaritas, dan proses demokratis. Israel berusaha menyebarluaskan statemen-statemen keras dari beberapa kelompok oposisi Iran. (HS) 

Sumber: Parstoday Indonesia

Presiden Iran Gugur, Imam Khamenei Belasungkawa dan Umumkan 5 Hari Berkabung

 

Ayatullah Khamenei dan Presiden Iran Sayyid Ebrahim Raisi

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, atau Rahbar, dalam pesannya mengucapkan belasungkawa atas gugurnya Presiden Iran, dan delegasi yang menyertainya dalam kecelakaan helikopter di Provinsi Azerbaijan Timur.


Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Senin (20/5/2024) melaporkan, Ayatullah Sayid Ali Khamenei, mengucapkan belasungkawa atas gugurnya Presiden Iran Sayid Ebrahim Raisi, Menteri Luar  Negeri Hossein Amir Abdollahian, Wakil Wali Fakih di Azerbaijan Timur, Hujatulislam Al Hashem, Gubernur Azerbaijan Timur, Malek Rahmati, dan beberapa orang lainnya.


Di bawah ini isi pesan belangsungkawa Ayatullah Khamenei,


Bismillahirahmanirahim

Innalillahi wa inna ilahi rajiun


Saya menerima kabar gugurnya ulama pejuang, Presiden rakyat yang berkualitas, pekerja keras, pelayan Imam Ridha as, Hujatulislam Sayid Ebrahim Raisi, beserta delegasi yang menyertai beliau, yang semoga Allah SWT meridhai mereka, dengan perasaan sedih dan penyesalan mendalam.


Peristiwa menyedihkan ini terjadi sebagai buah dari kerja keras melayani rakyat. Seluruh waktu kerja manusia besar, dan penuh pengorbanan ini, baik selama bertugas sebagai Presiden, yang singkat, maupun setelah itu, sepenuhnya didedikasikan untuk melayani rakyat, dan negara serta Islam.


Raisi yang mulia tidak mengenal lelah. Dalam peristiwa pahit ini, rakyat Iran, telah kehilangan seorang pelayan bersahabat, ikhlas, dan berharga, ia mendahulukan maslahat, dan keridhaan rakyat yang menunjukkan keridhaan Ilahi, dari semua yang lain, maka dari itu kekesalannya karena sikap sebagian orang yang tidak bersyukur, dan ejekan terhadapnya, tidak menjadi penghalang kerja keras siang dan malamnya untuk kemajuan serta maslahat negara.


Dalam kejadian menyedihkan ini tokoh-tokoh unggul seperti Hujatulislam Al Hashem, Imam Jumat Tabriz yang punya reputasi tinggi, dan dicintai masyarakat, Hossein Amir Abdollahian, Menlu Iran, Malek Rahmati, Gubernur revolusioner dan religius Provinsi Azerbaijan Timur, beserta rombongan yang menyertainya, kembali ke haribaan Ilahi.


Saya mengumumkan lima hari berkabung, dan saya mengucapkan belasungkawa kepada rakyat mulia Iran, dan Wakil Presiden pertama Iran, Mohammad Mokhber, sesuai Pasal 131 UUD Iran, bertugas mengelola lembaga eksekutif, dan berkewajiban supaya Presiden baru terpilih, dalam waktu maksimal 50 hari ke depan.


Akhir kata saya mengucapkan belasungkawa kepada Ibu dan Istri, Presiden Iran, serta seluruh keluarga yang ditinggalkan, dan keluarga-keluarga mereka yang menyertai Presiden, terutama ayah Hujatulislam Al Hashem, dan saya memohon kepada Allah SWT supaya mereka diberikan kesabaran dan ketabahan.


Sayid Ali Khamenei


Sayid Ebrahim Raisi Pelayan Imam Ridha as, dan Presiden Republik Islam Iran ke-8 pada hari Minggu (19/5) bersama rombongan gugur akibat kecelakaan helikopter saat kembali menuju kota Tabriz, setelah meresmikan Bendungan Qiz Qalehsi, di wilayah Varzeqan, Azerbaijan Timur.


Hujatulislam Al Hashem, Wakil Wali Fakih, dan Imam Jumat Tabriz, Hossein Amir Abdollahian, Menlu Iran, Malek Rahmati, Gubernur Azerbaijan Timur, Brigjen Mehdi Mousavi, Komandan Pasukan Pengawal Presiden Iran, dan sejumlah pengawal lain, serta pilot dan copilot, gugur dalam kecelakaan itu. (HS)


Sumber: Parstoday Indonesia

Rabu, 15 Mei 2024

Sistem Khordad ke-3 Iran: Ancaman Bagi Pesawat AS yang Sudah Terbukti

 



Setelah bertahun-tahun dikembangkan, sistem pertahanan udara Khordad ke-3 Iran memimpin angkatan udara taktis anti-udara negara itu, dengan kemampuan yang luar biasa.


Penasihat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan bahwa sistem pertahanan udara Taktis Khordad ke-3 Iran dirancang untuk menyerang pesawat dan amunisi udara Amerika Serikat.


Brigadir Jenderal Ali Balali diwawancarai oleh Kantor Berita Fars Iran, di mana dia menyoroti kemampuan operasional sistem pertahanan udara dalam negeri.

Balali adalah penasihat Pasukan Dirgantara IRGC yang terkenal, yang telah membuat kemajuan besar dalam beberapa tahun terakhir, memproduksi berbagai sistem rudal ofensif dan defensif yang telah terbukti berhasil dalam konfrontasi baru-baru ini.

Ia mengatakan bahwa sistem pertahanan udara Taktis Khordad ke-3 adalah sistem bergerak dan taktis yang dirancang untuk melawan pasukan Amerika di kawasan.

Spesifikasi Sevom Khordad

Sistem Khordad ke-3 telah dibandingkan dengan sistem rudal jarak menengah Buk yang dikembangkan Soviet-Rusia karena memiliki kualitas taktis dan operasional yang serupa. Sistem buatan Iran hanya terdiri dari satu kendaraan bergerak yang menampung dua slot yang memuat tiga varian rudal Taer-2 dan sistem radar. Kendaraan ini dilengkapi dengan radar Active Phased Array Engagement (AESA) X-band yang dapat mendeteksi 100 target, menyerang empat target, dan memandu dua rudal pada satu target sekaligus.

Rancangan Baterai dan Batalion Khordad

Meskipun desain Khordad ke-3 dimaksudkan untuk membekali pasukan pertahanan udara Iran dengan kemampuan untuk mengerahkan baterai dengan cepat ke area konfrontasi, baterai Khordad ke-3 juga dapat memuat dua kendaraan Transporter Erector Launcher (TEL) tambahan. Hal ini akan memungkinkan pasukan untuk menggunakan sembilan rudal pada saat dibutuhkan.

Kendaraan Khordad TEL ke-3 dibuat berdasarkan truk 6×6 IVECO yang dimodifikasi yang sama dengan sistem yang disebutkan di atas tetapi tidak memuat AESA.

Oleh karena itu, batalion Khordad ke-3 akan berisi empat Transporter Erector Launchers and Radars (TELAR), delapan TEL, dan Bashir S-band Phased Array Surveillance Rada, yang memiliki jangkauan deteksi 350 km.

Baru-baru ini dilaporkan bahwa kendaraan peluncur Khordad ke-3 dapat dilengkapi dengan rudal permukaan-ke-udara Taer-3 yang akan mendorong jangkauan sistem hingga 200 km.

Modifikasi Untuk Pertarungan Jarak Dekat

Sistem tersebut terbukti berhasil dan juga menjadi cetak biru modifikasi yang menghasilkan sistem rudal anti-jelajah 9-Dey. Kendaraan peluncuran 9-Dey berisi delapan tabung yang dapat diisi dengan jumlah rudal jarak pendek yang setara.


Pertama dan Satu-satunya yang Mampu Menembak Jatuh RQ-4 Global Hawk Amerika

Yang paling menonjol, sistem Khordad ke-3 mampu menjatuhkan RQ-4 Global Hawk Amerika di Selat Hormuz. RQ-4 adalah sistem udara tak berawak (UAS) multiperan jarak jauh yang sangat besar. Pesawat ini memiliki kemampuan daya tahan tinggi dan dilengkapi dengan berbagai peralatan pengawasan canggih.


Operasi sistem Khordad ke-3 pada bulan Juni 2019, menandai satu-satunya keberhasilan jatuhnya drone tersebut, yang dapat dianggap sebagai keunggulan teknologi drone udara AS.

Dalam konteks perjuangan Iran untuk memproduksi sistem pertahanan dalam negeri sendiri, Brigadir Jenderal Balali mengatakan bahwa negara harus selalu memperhitungkan kekuatan tempur musuh-musuhnya ketika mengembangkan senjatanya.

Dengan demikian, Khordad ke-3 memberi Angkatan Udara kemampuan untuk memobilisasi kemampuan mereka dengan cepat dan mundur dari posisi peluncuran. Dia juga mengatakan bahwa Teheran sedang menuju ke arah yang benar dan tindakan defensifnya mengharuskan Teheran melengkapi diri dengan senjata canggih. (ARN)

Sumber: Al-Mayadeen

 


Sabtu, 04 Mei 2024

Iran dan Indonesia Perkuat Persatuan Media Dunia Islam Melawan Propaganda Barat

 



Konselor Kebudayaan Republik Islam Iran di Indonesia menegaskan bahwa kerja sama Persatuan Media Dunia Islam untuk melawan distorsi dan fitnah media Barat merupakan salah satu kebutuhan dunia Islam saat ini.

Berdasarkan laporan humas Lembaga Kebudayaan dan Komunikasi Islam Iran, Mohammad Boroujerdi, Duta Besar dan Mohammad Reza Ebrahimi, Konselor Kebudayaan Republik Islam Iran di Indonesia bertemu dan berbicara dengan para pejabat dan anggota Serikat Media Siber Indonesia (SMSI).

Menyinggung kejahatan Israel di Gaza, Dubes Iran untuk Indonesia dalam pertemuan ini mengatakan, "Republik Islam Iran sebagai satu-satunya negara yang paling keras menentang Israel telah memberikan tanggapan yang kuat terhadap kejahatan rezim pendudukan tersebut,".

"Iran telah mengirimkan pesan ini kepada dunia dengan tanggapannya keras terhadap Israel bahwa mereka akan memberikan balasan yang kuat terhadap agresi apa pun," ujar Boroujerdi.

Dalam lanjutan pertemuan ini ditegaskan tentang kerja sama persatuan media dunia Islam dengan tujuan melawan distorsi media barat yang menjadi kebutuhan dunia Islam saat ini.

Firdaus, Ketua Umum Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menjelaskan kegiatan organisasi yang dipimpinnya dengan mengatakan, "Serikat Media Siber Indonesia adalah organisasi pekerja media didirikan pada tanggal 7 Maret 2017 di Banten. Persatuan Media Siber Indonesia didirikan atas dasar pemikiran bahwa kebebasan pers dan media diperlukan untuk menciptakan tatanan kehidupan yang demokratis demi mewujudkan masyarakat yang berkeadilan,".

Firdaus memuji aksi Republik Islam Iran membalas serangan Israel, dengan mengungkapkan, "Iran adalah satu-satunya negara yang menentang agresi Zionis dan kami dengan bangga mendukung Iran,".

Reza Ebrahimi, Konsuler Kebudayaan Iran di Indonesia dalam pertemuan ini menjelaskan bahwa kantor berita dan jaringan virtual di Iran bekerja secara bebas dengan menerbitkan berbagai kontennya.

"Media di dunia Islam mempunyai tugas penting, yaitu tidak terpikat oleh distorsi, fitnah dan kebohongan media barat," ujar Ebrahimi.

"Selama beberapa hari terakhir, lebih dari 600 mahasiswa dan profesor yang membela kemanusiaan dan rakyat tertindas di Gaza telah ditangkap dan dikeluarkan. Inilah strategi pihak Barat, khususnya Amerika Serikat yang terus memberikan bantuan apa pun dalam membela Israel," tegasnya.

Retno Intani, Ketua Bidang Luar Negeri SMSI menyatakan, "Ada peluang kerja sama di berbagai bidang antara media Indonesia dan Iran, termasuk pertukaran ilmu pengetahuan dan pengalaman, berita, teknologi.  dan film dalam hal produksi dan lainnya,".(PH)

Sumber: Parstoday