"Ketika air (yang hendak menelan para penentang) membumbung tinggi Kami masukkan kalian ke dalam kapal laut, agar Kami jadikan peristiwa itu peringatan bagi kalian dan (sayangnya) hanya telinga yang sadar yang dapat mendengar peringatan itu."
Yang dimaksud dengan "telinga yang sadar" adalah telinga Ali bin Abi Thalib as. Dalam suatu riwayat disebutkan bahwa ketika ayat ini turun, Rasulullah SAW bersabda: "Ya Allah, jadikanlah telinga Ali mendengar peringatan itu". Kemudian Imam Ali as. berkata: "Karena doa itu apa yang kudengar dari Rasulullah SAW tidak pernah kulupakan".
Riwayat ini dan riwayat-riwayat yang semakna dengannya dapat Anda baca di
dalam:
1. Tafsir Fathul Qadir, karya Asy-Syaukani, juz
5, hal. 282.
2. Tafsir Al-Kasysyaf, karya Az-Zamakhsyari, juz
4, hal. 151.
3. Tafsir Ibnu Katsir, juz 4, hal. 413.
4. Tafsir Ghara`ibul Qur’an, karya An-Naisabari
(catatan pinggir) Tafsir Jami'ul Bayan, juz 29, hal. 31.
5. Tafsir Jami'ul Bayan, karya Ath-Thabari, juz
29, hal. 43.
6. Tafsir Majma'ul Bayan, karya Ath-Thabarsi, juz
29, hal. 43.
7. Al-Ghadir, karya Al-Amini, juz 3, hal. 391.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar