Dari Abu Laila al-Ghifari dari Nabi Saw yang bersabda, “Sepeninggalku akan ada fitnah. Jika itu terjadi, maka berpeganglah kepada Ali, karena dialah al-Faruq antara kebenaran dan kebatilan"

Senin, 06 Oktober 2025

Mengapa Iran Tidak Menyerang Israel Untuk Hentikan Genosida di Gaza?




"Mengapa Iran tidak menyerang saja Israel untuk hentikan genosida di Gaza? Bukannya Iran punya rudal balistik? Juga sudah menunjukkan kemampuan menyerang Israel? Katanya bela Gaza, tapi zonk." atau "Bela Gaza hanya jualan saja, untuk dapat simpatik," atau "Serang Israel dengan ratusan rudal juga tidak pengaruhi kemampuan serangan Israel. Buktinya Israel masih terus bisa menggempur Gaza, bahkan termasuk menyerang Suriah, Qatar, Yaman, Lebanon dan Kapal Flotilla."

Jawabannya:

Pertama, menyerang Israel, bukan hanya tanggungjawab Iran, negara-negara yang berbatasan langsung dengan Israel lebih wajib, termasuk yang lebih dekat ke Israel dibanding Iran, termasuk Turki, Mesir dan Arab Saudi. Aneh, Iran dituntut menyerang Israel, sementara yang lain boleh-boleh saja tetap berhubungan bilateral dengan Israel.

Kedua, Gaza dibombardir Israel, tidak lantas menjadi alasan Iran bisa menyerang Israel. Jika Iran menyerang dengan alasan itu, maka itu adalah serangan ilegal dan Iran kena vonis melanggar kesepakatan internasional. Palestina belum utuh menjadi sebuah negara. Lagi pula presiden Palestina juga tidak meminta Iran untuk membantu secara militer. Oleh karena itu, operasi militer Iran ke Israel beberapa waktu lalu alasannya karena Israel telah melanggar kedaulatan Iran, diantaranya membunuh jenderal Iran di Suriah dan Lebanon, menyerang kedutaan Iran di Damaskus, termasuk dalam bentrokan terakhir, menyerang wilayah Iran secara langsung. Jika Iran menyerang Israel yang oleh hukum internasional dianggap dilakukan secara ilegal, maka Dewan Keamanan PBB termasuk NATO punya hak menyerang Iran. Dan disaat Iran diserang, apa ada yang membantu? Negara-negara Teluk sekutu AS tentu berada di pihak penyerang. Kehancuran Iran adalah ambisi semua negara yang pro Zionis, karena itu Iran punya hak memilih mekanisme yang tepat untuk menjaga negaranya, tidak sembrono hanya demi slogan "membela Gaza", sementara yang lain punya slogan "Israel harus diterima demi perdamaian".

Ketiga, meski diserang Iran, mengapa kekukatan militer Israel tetap tampak tangguh? Ya, itu karena suplai senjata tanpa batas terus mengalir ke Israel. Yaman menghalangi di laut Merah, tapi negara-negara teluk membantu Israel agar suplai senjata itu bisa masuk melalui jalur darat. Jadi, bukan serangan Iran yang tidak berdampak, tapi adanya bantuan senjata yang terus masuk ke Israel. Terus mau dibilang serangan Iran sia-sia, dan Iran yang disalahkan dan dianggap gimmick saja? Jika Israel mendapat suplai senjata tanpa batas dari sekutu-sekutunya di Eropa dan AS, disaat yang sama Iran mendapat sanksi dan pemboikotan. Aset-asetnya di luar negeri disita, dan diantara yang ikut menandatangani sanksi Eropa atas Iran adalah Turki. Dengan posisi ini, terus dinyinyir, "Wah serangan Iran tidak ada apa-apanya, tidak memberi kerugian apapun pada Israel." Trump dalam jumpa persnya sampai bilang, "Kita (AS) tidak akan bisa sejauh ini bisa mempertahankan Israel, jika Arab Saudi tidak dipihak kita."

Keempat, dalam perang 12 hari Iran vs Israel, Iran nyaris sendirian, sementara Israel secara terbuka dibantu AS, bahkan AS turut menyerang Iran. Israel juga secara tidak langsung dibantu negara-negara Arab yang menjadi sekutu AS. Baik membantu menghalau serangan Iran maupun membantu dalam hal penyediaan pangkalan militer dalam menyerang Iran. Dengan kondisi seperti ini, Iran dituntut untuk terus berperang?

Kelima, perang adalah salah satu opsi untuk menghentikan genosida di Gaza, opsi lainnya adalah desakan internasional. Memboikot Israel bisa sangat ampuh jika itu dilakukan bersama dan serentak. Rezim Apartheid runtuh di Afrika Selatan melalui pemboikotan global. Menuntut-nuntut Iran seolah hanya Iran yang perlu bertanggungjawab atas genosida yang terus terjadi di Gaza adalah ketidakadilan. Kalau negara-negara Teluk bisa normalisasi dengan Israel, bahkan tetap melakukan kerjasama dagang meski di tengah genosida yang terus berlangsung, kok jadi Iran yang dituntut, terus bilang, "Terserah negara lain mau melakukan apa, Iran harus hentikan Israel gak usah cari-cari alasan, kecuali memang Iran itu pengecut." 





Sumber:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar