Tanggapan Pertama, Soal Sumber
Data
Flayer di atas sama sekali tidak
mencantumkan sumber datanya dari mana, sehingga klaim tersebut justru
menampilkan data tidak akurat, mengandung kesalahan atribusi yang disematkan
kepada Iran, inflasi angka, dan menyederhanakan kompleksitas dengan menuduh
Iranlah yang bertanggungjawab.
Data di atas hanyalah propaganda
yang bertujuan untuk melemahkan dukungan Internasional (terutama kalangan
Muslim) kepada Iran yang memerangi Israel, yang dilakukan oleh kubu Kubah Besi
Arab yang diikat dalam Abraham Accord.
Untuk memahami bagaimana perang
opini menyudutkan Iran ini dapat dibaca di Laporan Investigasi FireEye atau
Atlantic Council yang menginvestigasi jaringan akun palsu yang mengatasnamakan Iran
dalam benturan sektarian. Jurnal Gama Societa, juga melaporkan peran Saudi
dalam perang disinformasi dengan isu sektarian pada konflik Suriah dan Yaman.
Tanggapan Kedua, Bagaimana Dengan
Angka dan Data di atas?
Seperti sudah disinggung di atas,
data tersebut sangat manipulatif, untuk mengetahui data yang dapat
dipertanggungjawabkan, dapat dilihat di situs-situs resmi, misalnya:
1. Data Irak
- Iraq Body Count (https://www.iraqbodycount.org/)
- [PLOS Medicine Study on Iraq Mortality]
(https://journals.plos.org/plosmedicine/article?id=10.1371/journal.pmed.0050252)
2. Data Suriah
- Syrian Observatory for Human
Rights (SOHR) (https://www.syriahr.com/)
- PBB Commission of Inquiry on
Syria (https://www.ohchr.org/en/hr-bodies/hrc/iici-syria/index)
3. Data Yaman
- ACLED (https://acleddata.com/)
- UN OCHA Yemen Reports (https://www.unocha.org/yemen)
4. Data Palestina
- UN OCHA OPT (https://www.ochaopt.org/)
- B'Tselem (https://www.btselem.org/)
Berdasarkan data di atas,
terdapat kesalahan fatal yang menyajikan data ngawur dan yang dianggap
bertanggungjawab (silahkan pemosting mencek ke sumber-sumber primer).
Irak
1. Di Irak disebutkan bahwa, “Iran
menyebabkan 70.000 orang Irak tewas, dengan 3 juta orang Irak mengungsi”,
berdasarkan sumber Iraq Body Count, bahwa dalam perang Irak-Iran yang tewas
500.000 (total dari kedua belah pihak) dan aktor penyebab kematian itu adalah
kedua belah pihak yang sedang berperang.
2. Pada saat perang Teluk 1 dan
2, kematian berjumlah 200.000 s.d. 800.000, dengan aktor utama pembunuh adalah
Koalisi Multinasional dibawah pimpinam Amerika Serikat.
3. Pada saat ISIS melakukan
aksinya, jumlah korbam tewas sebanyak 500.000 s.d. 2.000.000 orang Irak, dan
menyebabkan 4.000.000 orang Irak mengungsi, dengan aktor utama pembunuh dan
penyebab rakyat Irak mengungsi adalah ISIS.
Suriah
Pemosting menyebut penjajahan
Iran menyebabkan 500.000 rakyat Suriah tewas, dengan 13 juta orang Suriah
mengungsi. Namun berdasarkan sumber data korban resmi di atas menyebutkan:
- 250.000 s.d. 610.000 orang Suriah
terbunuh.
- 12.700.000 orang Suriah
mengungsi.
- Aktor utama pembunuh adalah
kelompok Jihadis ISIS, dan akibat perang pihak Suriah yang diserang Jihadis
multinasiononal.
Lebanon
Pemosting menulis, bahwa penjajahan
Iran menyebabkan 30.000 rakyat Lebanon tewas, dengan 500.000 rakyat Lebanon
mengungsi.
Berdasarkan sumber (portal web
dapat diakses) di atas:
- Konflik di Lebanon menyebabkan
kematian 120.000 orang Lebanon.
- 1 juta orang Lebanon mengungsi.
- Aktor utama penyebab kematian
adalah Israel, milisi lokal yang saling berperang dalam perang saudara.
Yaman
Pemosting menyebutkan bahwa,
akibat penjajahan Iran ke Yaman menyebabkan 136.000 orang Yaman tewas, dan 2,5
juta rakyat Yaman mengungsi. Tapi berdasarkan sumber di atas disebutkan:
- Total tewas 377.000 orang Yaman,
dengan rincian 150.000 tewas akibat perang, 227.000 tewas akibat kelaparan dan
kolera.
- Aktor utama penyebab kematian
dan pengungsian adalah Koalisi Saudi dan UEA, dan akibat blokade koalisi
tersebut menyebabkan kematian karena kelaparan dan kolera serta pengungsian.
Pemosting menyebut, bahwa Iran “Menjajah
Irak, Suriah, Lebanon, Yaman”, benarkah?
Dalam kajian strategik, kita
gunakan saja teori-teori klasik, misalnya oleh Raffles dalam bukunya “History
of Java” yang ia menteorikan tentang penjajahan dengan sebutan “Residensi” dan
juga dijelaskan oleh Muhammad Reza Utama tentang “Penjajahan Dalam Tinjauan
Hukum Internasional” disebutkan bahwa penjajahan memiliki ciri sbb:
1. Kontrol Administratif Langsung:
Negara penjajah menguasai pemerintahan, hukum, dan administrasi wilayah
jajahan.
2. Pemukiman Penduduk: Migrasi
besar-besaran warga negara penjajah ke wilayah jajahan.
3. Eksploitasi Sumber Daya:
Pengambilan kekayaan alam secara sistematis untuk kepentingan negara penjajah.
4. Penghapusan Kedaulatan:
Pemerintahan lokal kehilangan otoritas penuh atas wilayahnya.
Dari tinjauan di atas, jelas
Republik Islam Iran tidak dan bukan sebagai penjajah, melainkan hanya framing
belaka. Tanpa Iran niscaya seluruh Timur Tengah telah dikuasai oleh Amerika dan
Israel. Iran justru sebagai ganjalan bagi kaum Zionis dan setan besar Amerika.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar