Imam Ja'far al-Shadiq as bercerita bahwa saat Nabi Saw lahir:
"Setan dilarang naik ke langit manapun, bahkan lapisan pertama sekalipun. Bila mencoba, ia dilempari meteor dari langit sebagai upaya untuk menghalangnya. Di bumi, para Quraisy menyaksikan bintang-bintang berpindah dari tempatnya dan langit membentang cahaya yang luar biasa."
Ibunda Nabi Saw, Sayyidah Aminah, menggambarkan, saat beliau lahir:
"Nabi meletakkan tangan di bumi dan mengangkat kepala ke langit. Dari dirinya muncul cahaya yang menerangi sekelilingnya. Dalam cahaya itu terdengar suara: "Engkau telah melahirkan manusia terbaik… Namakan ia Muhammad…"
Al-Kafi, al-Kulaini, jilid 1, hlm. 446.
Al-Ihtijaj, ath-Thabarsi, jilid 1, hlm. 43.
Terdapat juga riwayat yang menggambarkan keajaiban visual disaat kelahiran Nabi Saw:
Kholid bin Ma’dan meriwayatkan, Nabi Saw pernah bersabda:
“(Aku adalah hasil) doa ayahku Ibrahim dan kabar gembira Isa. Ibuku bermimpi saat mengandungku seperti keluar cahaya darinya yang menyinari istana Bushra di Syam.”
Imam Hakim menyatakan hadits ini shahih, Ibn Katsir menyebut sanadnya jayyid (bagus), dan Al-Busiri menilai hasan.
Al-Hakim, al-Mustadrak, jilid 2, hlm. 604.
Ibn Katsir, al-Bidayah wa an-Nihayah, jilid 2, hlm. 265.
Al-Busiri, Zawaid Ibn Majah, jilid 1, hlm. 84.
Irbad bin Sariyah juga menyampaikan bahwa:
"Ibu Rasulullah melihat cahaya keluar saat beliau lahir yang menerangi istana-istananya di Syam."
Imam ad-Dzahabi menilai sanadnya hasan, dan beberapa ulama modern seperti Syaikh Arnauth menilai cukup naik menjadi shahih lighairih karena disokong oleh riwayat lain sejenis.
Ahmad bin Hanbal, Musnad Ahmad, hadis no. 17182.
Ath-Thabrani, al-Mu‘jam al-Kabir, jilid 22, hlm. 287.
Al-Bayhaqi, Dala’il an-Nubuwwah, jilid 1, hlm. 112.
Sumber:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar