Potret kelaparan di Gaza
Hari ini ketika ada ustadz atau da'i yang mengatakan dengan mulut yang berbusa, "Islam adalah agama yang rahmatan lil alamin", ingin rasanya bersumpah serapah, "Rahmatan lil alamin apaan? Untuk memberi rahmat pada warga Gaza saja tidak mampu, boro-boro alam semesta...!"
Dulu mengapa orang-orang percaya pada Muhammad dan berbondong-bondong masuk pada Islam yang diajarkannya?
- Ya karena duhulu Muhammad bukan hanya memberantas kesyirikan, tapi juga kemiskinan.
- Dia bukan hanya memperbaiki akidah umat, tapi juga memperbaiki tatanan sosial yang tidak adil.
- Dia bukan hanya membasmi penyakit masyarakat, tapi juga membasmi feodalisme yang menindas rakyat.
- Dia bukan hanya memerangi kaum kafir Qurays tapi juga memerangi pengkhianatan dan kemunafikan di barisannya.
- Dia bukan hanya mengajarkan Sunnah tapi juga mengajarkan kepedulian sosial.
- Dia bukan hanya membangun masjid, tapi juga membangun solidaritas.
- Dia bukan hanya memperluas wilayah, tapi juga memperluas keadilan.
- Dia bukan hanya menyebarkan dakwah, tapi juga menegakkan hak-hak mustadh‘afin, mereka yang dilemahkan dan ditindas.
- Hari ini, banyak yang mengaku mengikuti Sunnah Nabi, tapi justru membiarkan ketidakadilan tumbuh subur di sekelilingnya. Mengutuk LGBT siang malam, tapi bungkam terhadap penjajahan dan genosida. Mengkampanyekan poligami sebagai syariat, tapi melupakan syariat membela yang tertindas.
Padahal, Islam yang dibawa Muhammad bukan Islam yang menjinakkan jiwa untuk pasrah pada ketertindasan, tapi Islam yang membangkitkan kesadaran dan keberanian untuk melawan kebatilan. Bukan Islam yang hanya sibuk memisahkan laki-laki dan perempuan dalam pengajian, tapi Islam yang menyatukan mereka dalam satu barisan perjuangan menegakkan keadilan.
Jadi, jika hari ini kita melihat wajah Islam yang kaku, beku, dan tanpa nyawa, jangan salahkan Islamnya. Salahkan mereka yang telah memutilasi semangat revolusioner Islam, menjadikannya sebatas ritual tanpa arah, bacaan tanpa keberpihakan, dan ceramah tanpa keberanian.
Kita butuh kembali pada Islam Muhammad, Islam yang membuat penguasa takut dan orang miskin punya harapan. Islam yang tidak sekadar mengajari kita bagaimana masuk surga, tapi juga bagaimana menghadirkan secercah surga bagi mereka yang hidup dalam neraka dunia. Islam yang sibuk menyebarkan persatuan muslim dan ukhuwah, bukan Islam yang sibuk membuktikan yang lain selain kelompoknya pasti di neraka dan bukan Islam. (Ismail Amin Pasannai)
Sumber:

Tidak ada komentar:
Posting Komentar