Dari Abu Laila al-Ghifari dari Nabi Saw yang bersabda, “Sepeninggalku akan ada fitnah. Jika itu terjadi, maka berpeganglah kepada Ali, karena dialah al-Faruq antara kebenaran dan kebatilan"

Jumat, 12 September 2025

Rasulullah Saw yang Kami Imani




Selamat atas hari kelahiranmu, wahai Sang Penerang Alam Semesta.

"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kalian untuk Nabi dan terimalah dengan sepenuhnya." (QS. Al-Ahzab: 56).

Selamat atasmu, wahai utusan pembawa rahmat.

Rasulullah Muhammad SAW yang kami imani bukan sekadar Rasulullah Muhammad SAW historis yang hidup 14 abad silam, melainkan juga Rasulullah Muhammad SAW eksistensial yang telah ada sebelum kelahirannya.

Rasulullah Muhammad SAW yang kami imani adalah Rasulullah yang menjadi causa (sebab) kedua terciptanya alam semesta.

Rasulullah Muhammad SAW yang kami imani adalah Rasulullah yang merupakan tajalli (manifestasi pertama) dari Allah SWT di alam semesta.

Rasulullah Muhammad SAW yang kami imani adalah Rasulullah yang memiliki sisi divinitas (rabbani) sekaligus sisi humanitas (insani). Beliau imanen (sangat dekat dengan kita) sekaligus transenden (melampaui batas manusia biasa).

Rasulullah Muhammad SAW yang kami imani adalah Rasulullah yang menjadi konektor (wasilah) bagi kami kepada Allah SWT. Oleh karena itu, shalat tanpa menyebut nama Rasulullah Muhammad SAW dianggap tidak sah dan bukanlah shalat yang sempurna.

Rasulullah Muhammad SAW yang kami imani adalah Rasulullah yang suci (ma’shum) sejak lahir. Bukan Muhammad yang dianggap tidak suci sehingga harus dibelah dadanya oleh malaikat, dikeluarkan hatinya, lalu disucikan dengan air Zamzam.

Rasulullah Muhammad SAW yang kami imani adalah Rasulullah yang di hadapannya Malaikat Jibril duduk bersimpuh laksana seorang hamba sahaya di depan tuannya. Bukan Muhammad yang tidak mengenal Malaikat Jibril saat wahyu pertama turun, sehingga harus berkonsultasi dengan seorang pendeta Nasrani bernama Waraqah bin Naufal.

Rasulullah Muhammad SAW yang kami imani adalah Rasulullah yang ketika akan wafat, Malaikat Izrail harus terlebih dahulu meminta izin kepadanya untuk masuk ke rumahnya.

Rasulullah Muhammad SAW yang kami imani adalah Rasulullah Sang Insan Kamil (manusia sempurna), Uswatun Hasanah (sebaik-baik teladan), dan pembawa rahmat bagi seluruh alam. Bukan Muhammad yang bermuka masam dan memalingkan wajah dari seorang mukmin yang buta.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّد
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّد
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّد وَعَجِّلْ فَرَجَهُمْ 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar