Referensi: Tim Ahlul Bait
Indonesia, Syiah Menurut Syiah, hlm. 290-291, penerbit DPP Ahlul Bait
Indonesia, cetakan III, Oktober 2014/Dzulhijjah 1435 H.
Di dalam buku Panduan MUI halaman 30 menyatakan, “Telah dijelaskan bahwa Syiah Ali generasi awal adalah kaum muslimin yang lurus, bersih dan selamat, karena berpegang kepada Al-Qur’an dan Sunnah, dan tidak merendahkan keutamaan para sahabat Rasulullah Saw. Mereka juga tidak menuding para sahabat kafir.”
Tanggapan:
Benar adanya, bahwa Syiah Ali generasi awal adalah kaum muslimin yang lurus. Pendapat ini berlaku umum yang diyakini oleh kaum Muslimin sepanjang zaman. Namun tidak demikian halnya dengan Ibnu Taimiyah, ia justru berpendapat sebaliknya terkait dengan keimanan Ali dan Syiah Ali pada masa itu.
Ibnu Taimiyah dalam kitab Minhaj Al-Sunnah Al-Nabawiyah menyatakan, “Kondisi politik lebih tertata pada masa kepemimpinan Muawiyah dari pada masa Ali, karena itu, wajib menganggap para pejabat Muawiyah lebih baik dari pada para pejabat Ali.”[1]
Ibnu Taimiyah juga menyatakan, “Para pejabat Muawiyah adalah pendukung (Syiah) Utsman. Di antara mereka adalah para Nashibi yang membenci Ali. Pendukung Utsman dan para Nashibi lebih utama dari pada pendukung Ali.”[2]
Kemudian Ibnu Taimiyah melanjutkan, “Bagaimana bisa Imam dan pejabat yang sempurna – dalam pandangan mereka (Syiah) – lebih banyak kekacauan dan sedikit keteraturan dari imam dan pejabat tidak sempurna, bahkan kafir dan fasiq dalam pandangan mereka? Sahabat-sahabat Ali tidak mempunyai ilmu pengetahuan, agama, keberanian dan kedermawanan. Mereka tidak layak dalam menangani urusan dunia atau pun akhirat.”[3]
Dengan demikian, Ibnu Taimiyah dengan sangat meyakinkan telah meyakini bahwa orang-orang yang membenci Ali bin Abi Thalib itu, kedudukan mereka lebih utama dari pada Pengikut Ali dan orang-orang yang mencintai Ali. Kaum Nashibi (pembenci Ali) lebih berilmu, agamis, berani, dan dermawan dari pada sahabat Ali (Syiah, pen).
Bahkan menurut Ibnu Taimiyah, para pecinta Ali bin Abi Thalib sama sekali tidak memiliki keistimewaan dibandingkan para pengikut Muawiyah. Dimana para pejabat Muawiyah dia anggap sebagai orang-orang yang luar biasa. Pertanyaannya adalah, mengapa Ibnu Taimiyah berpendapat demikian? Jawabannya cukup jelas, karena pejabat Muawiyah, mereka adalah orang-orang yang sangat membenci Ali dan keluarganya.
Lalu, apa ucapan Muawiyah terhadap keluarga Rasul yang lain semisal Al-Husain? Inilah sikap resmi Muawiyah bin Abu Sufyan yang didokumentasikan oleh Ibnu Taimiyah dalam kitab Minhaj Al-Sunnah:
“Sebagaimana yang telah diketahui, bahwa Umar bin Sa’ad adalah panglima pasukan Sariyah (peperangan kecil) yang telah membunuh Al-Husain dengan kezalimannya dan memprioritaskan dunia dari pada agama, akan tetapi Umar bin Sa’ad tidak dianggap bermaksiat dibandingkan perbuatan Mukhtar bin Abi Ubaid (Syiah) yang menampakkan dukungannya kepada Al-Husein dan membunuh orang-orang yang telah membunuh Al-Husein (nashibi). Bahkan Mukhtar seorang pendusta dan lebih berdosa dari pada Umar bin Sa’ad. Inilah keburukan Syiah dibandingkan Nashibi (pembenci Ali).”[4]
Inilah penghargaan Ibnu Taimiyah kepada pembunuh keluarga Nabi Saw. Pernyataan tersebut, juga sekaligus jawaban atas tuduhan yang selama ini dilontarkan kepada pecinta Al-Husein, yaitu “bahwa para Syiah Kufah-lah yang telah membunuh Al-Husein”. Namun, pada kenyataannya, pembunuh beliau adalah Nashibi (pembenci keluarga Nabi Saw) yang dalam pandangan Ibnu Taimiyah lebih mulia dari pada pecinta keluarga Nabi Saw.■

Tidak ada komentar:
Posting Komentar