Referensi: Tim Ahlul Bait
Indonesia, Syiah Menurut Syiah, hlm. 317-318, penerbit DPP Ahlul Bait
Indonesia, cetakan III, Oktober 2014/Dzulhijjah 1435 H.
Pada catatan kaki nomor 89 Buku Panduan MUI halaman 73 menyatakan: “Para sahabat memahami maksud al-Maula atau al-Waliyy adalah cinta, solidaritas dan ketaatan. Karena itulah sebagai ungkapan penghormatan, mereka memanggil pemimpin Ahlul Bait Abi bin Abi Thalib, “Ya Mawlana” (wahai kekasih kami). Saat kelompok Ansar, diantaranya Abu Ayyub Al-Anshari menemui Khalifah Ali untuk menyambutnya lalu mereka ucapkan, “Assalamu ‘alayka Ya Mawlana”, Ali pun menolaknya, “Bagaimana bisa aku menjadi mawla kalian sedangkan kalian orang-orang Arab?” Mereka menjawab, “Saat di Ghadir Khum, kami mendengar Rasulullah Saw bersabda, “Barang siapa aku adalah mawlanya, maka Ali adalah mawlanya.” (Fadha’il Al-Shahabah, vol. 2/702, hadis no. 967).
Tanggapan:
Kalimat “Ali pun menolaknya” tidak terdapat dalam teks aslinya. Ini hanyalah opini penulis Buku Panduan MUI, seolah Ali tidak memahami makna “maula” dan lagi-lagi menunjukkan tindakan manipulasi.■

Tidak ada komentar:
Posting Komentar